Pedagang Pasar Senen mengeluh ke Jokowi
Rabu, 24 Oktober 2012 - 10:48 WIB
Pedagang Pasar Senen mengeluh ke Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi pedagang pasar Senen, Jakarta Pusat. Kunjungannnya kali terkait rencana pembangunan Gedung Blok enam di lokasi tersebut.
Mantan Wali Kota Solo ini mengaku kunjungannya tersebut bukan sidak (inspeksi mendadak), melainkan upaya menanggapi informasi dari para pedagang yang diterima olehnya.
"Begini loh, di blok enam kan mau dibangun. Pedagang pada datang ke saya. Jadi saya ke sini tidak dalam rangka sidak," katanya, di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2014).
Pria yang biasa disapa Jokowi ini, mengakui, beberapa kelompok yang ada di pasar tersebut menginginkan pembangunan tersebut tetap ada. Namun pembangunan itu dilakukan oleh pemerintah setempat.
"Dari informasi yang masuk ke saya, mereka ingin agar pasar ini tetap dibangun. Tapi yang bangun pemerintah, bukan developer, maunya mereka begitu. Sehingga harganya terjangkau oleh mereka," jelasnya.
Menurutnya, kekhawatiran terbesar para pedagang di Pasar Senen adalah mahalnya harga sewa yang akan dibebankan kepada mereka jika pihak swasta yang mengelola.
"Ketakutannya, mereka (pedagang) karena harganya mahal, mereka tersingkir, sudah problemnya itu saja. Inilah yang mau saya carikan jalan keluarnya, sehingga nanti biar pemerintah yang bangun. Pedagang, dan PKL-nya senang semuanya," ujarnya.
Terkait permasalahan pembangunan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memanggil Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya untuk membicarakan hal tersebut.
Mantan Wali Kota Solo ini mengaku kunjungannya tersebut bukan sidak (inspeksi mendadak), melainkan upaya menanggapi informasi dari para pedagang yang diterima olehnya.
"Begini loh, di blok enam kan mau dibangun. Pedagang pada datang ke saya. Jadi saya ke sini tidak dalam rangka sidak," katanya, di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2014).
Pria yang biasa disapa Jokowi ini, mengakui, beberapa kelompok yang ada di pasar tersebut menginginkan pembangunan tersebut tetap ada. Namun pembangunan itu dilakukan oleh pemerintah setempat.
"Dari informasi yang masuk ke saya, mereka ingin agar pasar ini tetap dibangun. Tapi yang bangun pemerintah, bukan developer, maunya mereka begitu. Sehingga harganya terjangkau oleh mereka," jelasnya.
Menurutnya, kekhawatiran terbesar para pedagang di Pasar Senen adalah mahalnya harga sewa yang akan dibebankan kepada mereka jika pihak swasta yang mengelola.
"Ketakutannya, mereka (pedagang) karena harganya mahal, mereka tersingkir, sudah problemnya itu saja. Inilah yang mau saya carikan jalan keluarnya, sehingga nanti biar pemerintah yang bangun. Pedagang, dan PKL-nya senang semuanya," ujarnya.
Terkait permasalahan pembangunan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memanggil Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya untuk membicarakan hal tersebut.
(rsa)