12 aktivis Komite Nasional Papua dibebaskan
Rabu, 24 Oktober 2012 - 09:40 WIB
12 aktivis Komite Nasional Papua dibebaskan
A
A
A
Sindonews.com - Paska bentrok polisi dengan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat, kondisi Manokwari kembali kondusif. Kendaraan warga maupun mahasiswa, telah beraktivitas seperti biasa. Polisi juga telah melepas 12 pengunjuk rasa yang di tahan.
Jalan utama di depan kampus Universitas Negeri Papua telah kembali normal, hanya terlihat sisa pecahan kaca di tengah jalan bekas bentrokan panas antara warga dengan aparat kepolisian. Aktivitas perkuliahan juga sudah kembali normal.
Kapolres Manokwari AKBP Agustinus Supriyanto mengatakan, Kota Manokwari telah kembali kondusif dan aman. Namun pihaknya masih mencari provokator yang diduga memicu terjadinya bentrokan. “12 pengunjuk rasa yang di tahan saat bentrokan telah dibebaskan,” ujar Agustinus, di Manokwari, Rabu (24/10/2012).
Sementara itu, Kapolres Manokwari AKBP Agustinus Supriyanto menambahkan, polisi juga akan mengganti kerusakan satu mobil dan empat motor kendaraan milik pengunjuk rasa. Sedangkan perawatan korban luka luka, baik yang dialami oleh polisi maupun pengunjuk rasa, ditanggung oleh masing masing pihak.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa 23 Oktober 2012, aksi unjuk rasa ratusan warga Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat, yang mendukung sidang international lawyers for west Papua di Inggris berlangsung ricuh. Sejumlah polisi dan pengunjuk rasa terluka akibat terkena lemparan batu.
Tidak hanya itu, akibat bentrokan ini, sejumlah kendaraan warga dan mahasiswa yang diparkir dipinggir jalan mengalami kerusakan, akibat terkena lemparan batu.
Jalan utama di depan kampus Universitas Negeri Papua telah kembali normal, hanya terlihat sisa pecahan kaca di tengah jalan bekas bentrokan panas antara warga dengan aparat kepolisian. Aktivitas perkuliahan juga sudah kembali normal.
Kapolres Manokwari AKBP Agustinus Supriyanto mengatakan, Kota Manokwari telah kembali kondusif dan aman. Namun pihaknya masih mencari provokator yang diduga memicu terjadinya bentrokan. “12 pengunjuk rasa yang di tahan saat bentrokan telah dibebaskan,” ujar Agustinus, di Manokwari, Rabu (24/10/2012).
Sementara itu, Kapolres Manokwari AKBP Agustinus Supriyanto menambahkan, polisi juga akan mengganti kerusakan satu mobil dan empat motor kendaraan milik pengunjuk rasa. Sedangkan perawatan korban luka luka, baik yang dialami oleh polisi maupun pengunjuk rasa, ditanggung oleh masing masing pihak.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Selasa 23 Oktober 2012, aksi unjuk rasa ratusan warga Papua yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat, yang mendukung sidang international lawyers for west Papua di Inggris berlangsung ricuh. Sejumlah polisi dan pengunjuk rasa terluka akibat terkena lemparan batu.
Tidak hanya itu, akibat bentrokan ini, sejumlah kendaraan warga dan mahasiswa yang diparkir dipinggir jalan mengalami kerusakan, akibat terkena lemparan batu.
(san)