Kawal demo buruh, anggota polisi disiagakan di Balkot
Rabu, 24 Oktober 2012 - 09:14 WIB
Kawal demo buruh, anggota polisi disiagakan di Balkot
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengawal aksi demonstrasi buruh yang akan berlangsung di Balai Kota (Balkot) DKI Jakarta, puluhan anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya saat ini terlihat sedang berjaga-jaga di sekitar Balai Kota.
Berdasarkan pantauan Sindonews, terlihat belasan polisi berjaga di pelataran Balkot terparkir sekira tiga mobil truk dan satu bus sedang polisi. Selain itu, satu buah water cannon dan satu unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat disiagakan.
Penyiagaan anggota polisi ini sendiri diketahui untuk mengantisipasi demo buruh yang sedianya akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB nanti di Balai Kota DKI.
Di sisi lain, Koordinator Forum Buruh DKI, Winarso menyatakan ada 5.000 orang buruh yang akan ikut berpartisipasi dalam demo tersebut. Dia juga membenarkan jika pihaknya akan melakukan aksi demo di Balkot pada pukul 10.00 WIB.
"(Peserta) 5000 orang. Nanti ke gubernur pukul 10.00 WIB," kata Winarso melalui pesan singkat kepada sindonews di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Aksi demo ini dimaksudkan untuk menolak upah murah, dan menuntut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta per-1 Januari 2013.
Berdasarkan pantauan Sindonews, terlihat belasan polisi berjaga di pelataran Balkot terparkir sekira tiga mobil truk dan satu bus sedang polisi. Selain itu, satu buah water cannon dan satu unit mobil pemadam kebakaran juga terlihat disiagakan.
Penyiagaan anggota polisi ini sendiri diketahui untuk mengantisipasi demo buruh yang sedianya akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB nanti di Balai Kota DKI.
Di sisi lain, Koordinator Forum Buruh DKI, Winarso menyatakan ada 5.000 orang buruh yang akan ikut berpartisipasi dalam demo tersebut. Dia juga membenarkan jika pihaknya akan melakukan aksi demo di Balkot pada pukul 10.00 WIB.
"(Peserta) 5000 orang. Nanti ke gubernur pukul 10.00 WIB," kata Winarso melalui pesan singkat kepada sindonews di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Aksi demo ini dimaksudkan untuk menolak upah murah, dan menuntut Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta per-1 Januari 2013.
(ysw)