BPBD Garut petakan lokasi rawan bencana
Rabu, 24 Oktober 2012 - 00:02 WIB
BPBD Garut petakan lokasi rawan bencana
A
A
A
Sindonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut segera petakan lokasi rawan bencana. Pemetaan tersebut akan melibatkan berbagai pihak.
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Ruslan mengatakan, dalam pemetaan tersebut pihaknya akan melibatkan tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kita perlu bantuan dari PVMBG untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan longsor. Hasilnya dapat kita gunakan sebagai referensi apakah warga yang tinggal di dekat lokasi itu masih layak atau harus direlokasi,” ungkap Ruslan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Permukiman penduduk yang terancam longsor adalah Kampung Cijungkeuyang, Cikandang, Cipagar, Cikangkung. Wilayah-wilayah tadi, sebut Ruslan, terletak di Kecamatan Garut Kota, Cikajang, dan Cilawu.
“Kami sudah mengajukan permohonan kepada PVMBG agar segera ditindaklanjuti lokasi-lokasi itu. Bila dinyatakan rawan longsor, kami akan upayakan relokasi bagi warga ke tempat yang aman,” ujarnya.
Semenetara itu, wilayah rawan bencana pergerakan tanah di Kampung Cimareme Tengah, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, sudah dipastikan akan direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut di 2013. Penduduk yang akan direlokasi di Kampung Cimareme adalah sebanyak 243 kepala keluarga (KK).
“Tanah relokasi untuk mereka sudah disiapkan seluas 1,7 hektare (ha). Di lahan itu rencananya akan dibangun sebanyak 126 unit rumah semi permanen,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Wawan Irawan memastikan akan menurunkan timnya ke Garut pada Kamis 25 Oktober besok. Menurut Wawan, sejumlah lokasi rawan longsor pada mulanya dapat ditandai dengan adanya retakan tanah.
“Ada banyak faktor misalnya kondisi geologis, kemiringan lereng permukiman, kondisi bebatuan, curah hujan, dan perubahan tata guna lahan. Sebagai contoh, di sebagian wilayah Kecamatan Garut Kota, termasuk daerah dengan kategori gerakan tanah menengah tinggi. Namun, kami akan kembali melakukan penelitian di Garut Kamis nanti,” tukasnya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Ruslan mengatakan, dalam pemetaan tersebut pihaknya akan melibatkan tim dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Kita perlu bantuan dari PVMBG untuk mengetahui daerah mana saja yang rawan longsor. Hasilnya dapat kita gunakan sebagai referensi apakah warga yang tinggal di dekat lokasi itu masih layak atau harus direlokasi,” ungkap Ruslan menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Permukiman penduduk yang terancam longsor adalah Kampung Cijungkeuyang, Cikandang, Cipagar, Cikangkung. Wilayah-wilayah tadi, sebut Ruslan, terletak di Kecamatan Garut Kota, Cikajang, dan Cilawu.
“Kami sudah mengajukan permohonan kepada PVMBG agar segera ditindaklanjuti lokasi-lokasi itu. Bila dinyatakan rawan longsor, kami akan upayakan relokasi bagi warga ke tempat yang aman,” ujarnya.
Semenetara itu, wilayah rawan bencana pergerakan tanah di Kampung Cimareme Tengah, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, sudah dipastikan akan direlokasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut di 2013. Penduduk yang akan direlokasi di Kampung Cimareme adalah sebanyak 243 kepala keluarga (KK).
“Tanah relokasi untuk mereka sudah disiapkan seluas 1,7 hektare (ha). Di lahan itu rencananya akan dibangun sebanyak 126 unit rumah semi permanen,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Wawan Irawan memastikan akan menurunkan timnya ke Garut pada Kamis 25 Oktober besok. Menurut Wawan, sejumlah lokasi rawan longsor pada mulanya dapat ditandai dengan adanya retakan tanah.
“Ada banyak faktor misalnya kondisi geologis, kemiringan lereng permukiman, kondisi bebatuan, curah hujan, dan perubahan tata guna lahan. Sebagai contoh, di sebagian wilayah Kecamatan Garut Kota, termasuk daerah dengan kategori gerakan tanah menengah tinggi. Namun, kami akan kembali melakukan penelitian di Garut Kamis nanti,” tukasnya.
(azh)