Terlantarkan pasien, petugas RSUD terancam dipecat

Selasa, 23 Oktober 2012 - 18:23 WIB
Terlantarkan pasien,...
Terlantarkan pasien, petugas RSUD terancam dipecat
A A A
Sindonews.com – Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut terancam dioecat lantaran dianggap menelantarkan pasien. Pihak RSUD dr Slamet Garut diduga menelantarkan bayi penderita hydrochephalus dan gizi buruk atas nama Tasya Indana Zulfa.

“Saya kesal sekali mendengar hal seperti ini. Nanti, bila ada pengaduan tentang buruknya pelayanan petugas medis yang seolah-olah mengusir pasien, tolong laporkan. Akan saya pecat langsung. Siapapun dia, apakah dokter atau perawat,” kata Bupati Garut Aceng HM Fikri menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).

Menurut Aceng, setiap petugas medis di rumah sakit tidak memiliki alasan untuk menolak pasien hanya karena tidak memiliki tempat atau tidak ada obat. Ia menekankan, agar seluruh karyawan di RSUD dr Slamet Garut untuk tidak mengulangi hal tersebut.

“Pasien kaya atau miskin, berhak mendapatkan pelayanan. Ini kaitannya dengan nyawa seseorang. Dahulukan pelayanan. Tunjangan PNS saya naikan itu buat apa, kalau bukan untuk meningkatkan pelayanan. Bila nanti ternyata biaya pengobatan bayi penderita hydrosephalus dan gizi buruk ini tidak dijamin Jamkesmas atau Jamkesda, saya sendiri yang akan tanggung,” ujarnya.

Nenek Tasya, Onah (40), warga Kampung Munjul RT01/04, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, menuturkan, pada Senin 22 Oktober ia dan pihak keluarganya merasa diterlantarkan oleh pihak RSUD dr Slamet Garut. Selama tiga jam, kata Onah, cucunya tersebut tidak segera mendapatkan penanganan medis.

“Masa cucu saya harus diinfus sambil digendong karena tidak ada tempat tidur di IGD. Ketika saya tanyakan lagi ke petugas medis bagaimana jalan keluar agar cucu saya ini bisa ditangani, kami malah diarahkan menuju pintu ke luar ruangan IGD. Saya kira lelucon pintu keluar itu tidak pantas. Karena itulah, saya memilih untuk pulang,” ungkapnya.

Dituturkan Onah, sebelumnya cucunya tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, untuk mendapatkan pengobatan. Namun, karena keterbatasan peralatan, pihak puskesmas merujuk Tasya untk menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

“Kami sudah mengurusi surat keterangan tidak mampu ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Garut. Tapi ketika ke rumah sakit malah begini perlakuannya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD dr Slamet Garut Robbi Abubakar membantah bila pihaknya tidak memberikan pelayanan medis kepada Tasya. Ia menganggap, permasalahan yang terjadi di ruang IGD rumah sakit itu hanya kesalahpamahan belaka.

“Kami sedang menyiapkan ruangan untuk pasien bernama Tasya. Sama di setiap harinya, saat itu semua ruangan untuk pelayanan kelas III sedang penuh. Kami tidak mungkin mengusir seorang pasien lain di atas tempat tidur untuk berdiri dan pindah demi pasien baru. Saat ada tempat tidur dan ruangannya, kami kemudian mencari Tasya dan neneknya. Namun, mereka sudah tidak ada. Untuk tuduhan adanya upaya pengusiran, saya rasa tidak mungkin terjadi,” katanya.

Kendati demikian, Robbi mengaku pihaknya telah meminta maaf bila ada insiden yang mengganggu kenyamanan keluarga Tasya. Robbi menjamin, ia akan menginstruksikan seluruh pegawai di RSUD dr Slamet Garut untuk tidak mengulang peristiwa tersebut.

“Saya akan sampaikan semua peringatan ini pada seluruh pegawai. Sanksi dipecat langsung bukan hal yang tidak mungkin. Hari ini (kemarin) pelayanan bagi pasien bernama Tasya sudah kami berikan. Ia akan menjalani rawat inap di ruang pasien kelas III dengan jaminan biaya dari Jamkesda,” tandasnya.
(azh)
Berita Terkait
Beri Kemudahan Layanan...
Beri Kemudahan Layanan Kesehatan, APL Punya Fasilitas Baru dengan Teknologi Mutakhir
Cegah dan Tekan Risiko...
Cegah dan Tekan Risiko Infeksi Nosokomial yang Menular Lewat Udara di Fasilitas Kesehatan
Pertemuan Ilmiah LAFKI...
Pertemuan Ilmiah LAFKI Sukses di Jakarta, Berlanjut Digelar di Medan
Hadir Sejak 2017, Klinik...
Hadir Sejak 2017, Klinik Asiki Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak di Asiki, Papua
Infrastruktur Kesehatan...
Infrastruktur Kesehatan di Indonesia Harus Dibenahi Total
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
1 jam yang lalu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
10 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
13 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
14 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
15 jam yang lalu
Infografis
Pentagon Terguncang!...
Pentagon Terguncang! Jenderal Tertinggi AS Dipecat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved