Korban bom Poso dirujuk ke Makassar
Selasa, 23 Oktober 2012 - 15:56 WIB
Korban bom Poso dirujuk ke Makassar
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi kesehatan korban ledakan bom di pos polisi lalu lintas pada Senin 22 Oktober kemarin kini mulai membaik. Namun salah seorang korban yaitu Briptu Rusliadi harus dirujuk ke Rumah Sakit di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Muh Akbar salah seorang korban ledakan bom di Pos Lalu Lintas di Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) kondisinya semakin membaik.
Akibat ledakan bom, Muh Akbar terluka pada bagian lengan kanan dan paha kanan. Seluruh serpihan ledakan telah sepenuhnya diangkat dari tubuhnya.
"Akibat ledakan bom itu, serpihan pecahan kaca dan sebuah paku mengenai bagian lengan kiri," ungkap Muh Akbar menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Muh Akbar mengatakan dirinya tidak jadi dirujuk ke Makassar lantaran tim dokter menyatakan dirinya dalam kondisi baik.
Sementara Briptu Rusliadi yang turut menjadi korban telah dirujuk ke RS Wahidin di Makassar. Ia diterbangkan dari Bandara Kasiguncu Poso pada pukul 10.00 WITA menggunakan pesawat komersial Wings Air.
Direktur RSUD Poso Jani Muaya mengatakan Briptu Rusliadi dirujuk karena permintaan keluarga. Dari hasil rontgen masih ada benda asing yang diduga sebagai material bom yang masih bersarang di tubuh Briptu Rusliadi.
Material itu berupa potongan besi berdiameter setengah sampai satu sentimeter yang ditemukan bersarang pada bagian otot dekat tulang duduk. Briptu Rusliadi menderita luka pada bagian pergelangan tangan kanan dan bagian belakang paha.
Muh Akbar salah seorang korban ledakan bom di Pos Lalu Lintas di Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) kondisinya semakin membaik.
Akibat ledakan bom, Muh Akbar terluka pada bagian lengan kanan dan paha kanan. Seluruh serpihan ledakan telah sepenuhnya diangkat dari tubuhnya.
"Akibat ledakan bom itu, serpihan pecahan kaca dan sebuah paku mengenai bagian lengan kiri," ungkap Muh Akbar menjelaskan kepada wartawan, Selasa (23/10/2012).
Muh Akbar mengatakan dirinya tidak jadi dirujuk ke Makassar lantaran tim dokter menyatakan dirinya dalam kondisi baik.
Sementara Briptu Rusliadi yang turut menjadi korban telah dirujuk ke RS Wahidin di Makassar. Ia diterbangkan dari Bandara Kasiguncu Poso pada pukul 10.00 WITA menggunakan pesawat komersial Wings Air.
Direktur RSUD Poso Jani Muaya mengatakan Briptu Rusliadi dirujuk karena permintaan keluarga. Dari hasil rontgen masih ada benda asing yang diduga sebagai material bom yang masih bersarang di tubuh Briptu Rusliadi.
Material itu berupa potongan besi berdiameter setengah sampai satu sentimeter yang ditemukan bersarang pada bagian otot dekat tulang duduk. Briptu Rusliadi menderita luka pada bagian pergelangan tangan kanan dan bagian belakang paha.
(azh)