Petugas temukan daging ayam suntik di Maros

Selasa, 23 Oktober 2012 - 15:08 WIB
Petugas temukan daging...
Petugas temukan daging ayam suntik di Maros
A A A
Sindonews.com - Untuk memastikan daging dan ayam yang dijual di Kabupaten Maros aman, Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Maros melakukan sweeping ke sejumlah pasar.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah ayam yang disuntik agar tampilannya bagus. Ironisnya, daging ayam seperti ini yang diminati warga.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap kualitas daging di pasar sentral Maros, petugas menggunakan PH meter untuk mengukur tingkat keasaman daging dan ayam.

Menurut Ketua Tim Kesehatan Hewan DPKP Maros Ujistiani, daging yang sehat memiliki tingkat keasaman antara 4,5 hingga 5,8. Sedangkan dari hasil pemeriksaan di Pasar Sentral Maros ini tingkat keasaman daging cukup tinggi atau telah di atas normal yakni antara 5,8 hingga 6,5.

"Bisa juga karena tidak digantung, padahal harusnya daging yang dijual digantung agar airnya menetes. Kalau asamnya tinggi maka lebih cepat terjadi pembusukan," jelas Ujistiani di kantornya, Selasa (23/10/2012).

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah ayam yang disuntik dengan air agar terlihat gemuk. Padahal, bakteri akan cepat hidup pada daging ayam yang disuntik.

Dia menambahkan, sebagian masyarakat baik penjual maupun pembeli tidak tahu bahwa ayam yang dipompa lebih cepat mengalami pembusukan.

"Saya sempat tanya ke penjual alasan disuntik, mereka bilang justru lebih cepat laku karena terlihat lebih gemuk dan tidak keriput. Kalau dari berat, sebenarnya tidak mempengaruhi, yang membedakan hanya tampilan ayam tersebut," bebernya.

Sedangkan kepala seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) DPKP kabupaten Maros Isdarjid mengatakan, dari hasil pemeriksaan ini, daging ayam maupun sapi yang dijual di pasar Maros masih aman untuk dikonsumsi.

Meski begitu, Isdarjid berharap PD Pasar menyiapkan gantungan permanen untuk penjual daging ayam dan sapi. Pasalnya, rata-rata daging yang dijual di pasar Sentral Maros tidak digantung.
(ysw)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
12 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved