DPRD Kulonprogo panggil pihak proyek bandara
Selasa, 23 Oktober 2012 - 09:26 WIB
DPRD Kulonprogo panggil pihak proyek bandara
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo, merasa dianaktirikan. Mereka tak terima karena tak pernah diajak berunding terkait mega proyek bandara internasional di Kulonprogo.
"Kita tidak pernah diajak rembukan. Sosialisasi kepada kami juga tidak ada sama sekali. Sampai detik ini. Menurut kami itu sebuah kenyataan yang sangat ironis," kata Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa, Selasa (23/10/2012).
Dia mengatakan, dewan kesulitan merespon pengaduan masyarakat karena tidak memiliki informasi. Sebagai mitra eksekutif, dewan tidak pernah tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. dinilainya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berjalan sendiri menghadapi megaproyek itu.
Dalam waktu dekat, aku Yusron, dewan akan memanggil instansi yang terkait langsung dengan megaproyek bandara. Seperti Dinas Perhubungan Provinsi maupun Angkasa Pura dan pemkab. Dengan begitu diharapkan dewan menerima informasi menyeluruh terkait megaproyek.
Rencana pemanggilan masih terus dikoordinasikan pimpinan dewan. Namun dia memastikan pemanggilan terealisasi awal November mendatang.
"Masih dikoordinasikan tanggal pastinya. Yang jelas awal November sudah terlaksana," tegasnya.
Sejak awal dipublikasi, rencana megaproyek bandara pengganti Adisutjipto sudah memancing penolakan. Umumnya warga menolak karena tidak pernah mendapat informasi pasti mengenai proyek itu.
"Kita tidak pernah diajak rembukan. Sosialisasi kepada kami juga tidak ada sama sekali. Sampai detik ini. Menurut kami itu sebuah kenyataan yang sangat ironis," kata Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo Yusron Martofa, Selasa (23/10/2012).
Dia mengatakan, dewan kesulitan merespon pengaduan masyarakat karena tidak memiliki informasi. Sebagai mitra eksekutif, dewan tidak pernah tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. dinilainya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berjalan sendiri menghadapi megaproyek itu.
Dalam waktu dekat, aku Yusron, dewan akan memanggil instansi yang terkait langsung dengan megaproyek bandara. Seperti Dinas Perhubungan Provinsi maupun Angkasa Pura dan pemkab. Dengan begitu diharapkan dewan menerima informasi menyeluruh terkait megaproyek.
Rencana pemanggilan masih terus dikoordinasikan pimpinan dewan. Namun dia memastikan pemanggilan terealisasi awal November mendatang.
"Masih dikoordinasikan tanggal pastinya. Yang jelas awal November sudah terlaksana," tegasnya.
Sejak awal dipublikasi, rencana megaproyek bandara pengganti Adisutjipto sudah memancing penolakan. Umumnya warga menolak karena tidak pernah mendapat informasi pasti mengenai proyek itu.
(rsa)