Polisi didesak tangkap pelaku pemukul wartawan

Senin, 22 Oktober 2012 - 21:09 WIB
Polisi didesak tangkap...
Polisi didesak tangkap pelaku pemukul wartawan
A A A
Sindonews.com - Kalangan wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mendesak kepolisian, untuk menangkap pelaku pemukulan terhadap Jurnalis ANTV Asri Sattar, saat meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung ricuh.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Fitriansyah Adisurya langsung merespon dan meminta polisi untuk menangkap pelaku pemukulan.

“Ini merupakan aksi premanisme. Saat aksi unjuk rasa berlangsung, rupanya ada kubu lain selain mahasiswa, ini yang tidak dikendalikan polisi. Kami mengutuk keras aksi pemukulan tersebut, sebab dalam menjalankan tugasnya, Asri mengenakan kartu identitas pers,” kata Fitriansyah, di Samarinda, Senin (22/10/2012).

Fitriansyah menegaskan, proses hukum akan tetap ditempuh untuk menghukum pelaku. Upaya laporan polisi akan tetap dilakukan dengan menyertakan barang bukti visum dan hasil CT Scan dari rumah sakit. Tidak hanya itu, bukti lain berupa rekaman saat pemukulan juga akan disertakan.

“Saat pemukulan terkesan ada pembiaran, sebab di lokasi ada banyak polisi. Ini yang sangat kami sayangkan padahal kami dalam menjalankan tugas dilindungi oleh undang-undang,” tambah Fitriansyah.

Hal senada katakan Koordinator Forum Wartawan Samarinda Fajri Alfaroby. Pihaknya akan menyurati Kapolda Kaltim untuk mengawal kasus ini, sampai tuntas.

“Kami mengutuk aksi pemukulan tersebut dan aksi pembiaran polisi yang ada di lokasi. Kami, seluruh wartawan di Samarinda akan mengawal kasus ini agar tetap berjalan dengan baik. Kami akan surati Kapolres Samarinda dengan tembusan Kapolda Kaltim,” tandas Fajri.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa di depan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Jalan M Yamin, berakhir ricuh.

Beberapa mahasiswa ditangkap di dalam Mal Samarinda Square. Mahasiswa yang berhasil lari dari kejaran aparat kemudian bertahan di depan Kampus Universitas Mulawarman, Samarinda, yang berjarak 200 meter dari PN Samarinda.

Dalam unjuk rasa ini, mahasiswa menuntut keadilan atas sidang pembunuhan Ramadan (16) yang tewas di tangan polisi pada bulan Oktober 2011 lalu.

Ramadan awalnya diduga polisi sebagai pelaku curanmor. Namun saat menjalani pemeriksaan ia kemudian tewas.

Ada dugaan polisi melakukan penganiayaan. Satu tersangka yang disidangkan adalah anggota polisi.
(maf)
Berita Terkait
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa IAIN Kota Palopo Bentrok Terkait Pemilihan Presiden BEM
Bentrokan Mahasiswa...
Bentrokan Mahasiswa Dengan Polisi Warnai Demo Save KPK di Banjarmasin
Unhas Mencekam! 2 Kubu...
Unhas Mencekam! 2 Kubu Mahasiswa Bentrok Saling Serang dengan Batu dan Sajam
Dua Fakultas Universitas...
Dua Fakultas Universitas Haluoleo Bentrok, Ini Penyebabnya
Mahasiswa UIN Alauddin...
Mahasiswa UIN Alauddin Bentrok, Rektor Setop Perkuliahan Tatap Muka
Bentrok Mahasiswa dan...
Bentrok Mahasiswa dan Aparat di Makassar
Berita Terkini
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
1 jam yang lalu
JPO Tendean Bakal Dibangun...
JPO Tendean Bakal Dibangun Lagi, Jangka Pendek Bikin Zebra Cross
2 jam yang lalu
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
10 jam yang lalu
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
12 jam yang lalu
Polda Riau Bongkar Sawmill...
Polda Riau Bongkar Sawmill Illegal di Kampar, Sita Ratusan Batang Kayu Hasil Illegal Logging
12 jam yang lalu
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
14 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved