Ruang kerja Kadis PPO Sumba Timur dibobol
Senin, 22 Oktober 2012 - 15:00 WIB
Ruang kerja Kadis PPO Sumba Timur dibobol
A
A
A
Sindonews.com - Aktivitas kerja di lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Din-PPO) Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini diwarnai suasana berbeda.
Pasalnya, salah satu staf Kepala Dinas (Kadis) mendapati ruang kerja atasannya dijebol.
"Saya kaget lihat jendela nako, besi dan kacanya lepas. Saya masuk ke dalam, memang sepertinya ada yang berubah. Pena dan kaleng permen yang ada di atas meja kadis berhamburan. Juga ada bekas telapak kaki di kursi," jelas Marten, staf Kadis kepada wartawan, di NTT, Senin (22/10/2012).
Sayangya, jebolnya ruang kerja Kadis ini lambat direspon oleh Polisi meski sudah dihubungi oleh pegawai Dinas.
Setelah menunggu lebih dari dua jam barulah dua petugas polisi dari Satuan Reskrim Polres setempat tiba di TKP, dan langsung melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan lisan pada sejumlah staf dinas.
Obed Hilungara, Kadis PPO yang tiba beberapa saat kemudian, bersama polisi sempat melakukan pemeriksaan awal pada sejumlah rak dokumen, laci meja dan sejumlah bagian lain di ruang kadis.
Anehnya walaupun ruang kerjanya dibobol tidak ada barang yang hilang di ruang kerjanya itu.
"Sementara saya lihat belum ada yang hilang, saya sepenuhnya serahkan ke Polisi untuk melacak motif di baliknya," ujarnya.
Akibat jebolnya ruang kadis ini, sempat mengganggu rutinitas kerja kadis dalam melayani masyarakat. Juga mencemaskan sejumlah guru yang datang mengurus surat-surat dinas.
"Semoga kita punya data kinerja tidak hilang, kalau hilang bisa parah jadinya," tutur seorang guru.
Sementara warga lainnya mengeluhkan tertundanya agenda bertemu Kadis. "Kami mau legalisir ijazah. Tapi sekretarisnya bilang Pak Kadis masih sibuk beri keterangan di polisi, jadi kami mau bagaimana lagi, kami pulang saja," keluh salah seorang warga senada dengan warga lainnya.
Pasalnya, salah satu staf Kepala Dinas (Kadis) mendapati ruang kerja atasannya dijebol.
"Saya kaget lihat jendela nako, besi dan kacanya lepas. Saya masuk ke dalam, memang sepertinya ada yang berubah. Pena dan kaleng permen yang ada di atas meja kadis berhamburan. Juga ada bekas telapak kaki di kursi," jelas Marten, staf Kadis kepada wartawan, di NTT, Senin (22/10/2012).
Sayangya, jebolnya ruang kerja Kadis ini lambat direspon oleh Polisi meski sudah dihubungi oleh pegawai Dinas.
Setelah menunggu lebih dari dua jam barulah dua petugas polisi dari Satuan Reskrim Polres setempat tiba di TKP, dan langsung melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan lisan pada sejumlah staf dinas.
Obed Hilungara, Kadis PPO yang tiba beberapa saat kemudian, bersama polisi sempat melakukan pemeriksaan awal pada sejumlah rak dokumen, laci meja dan sejumlah bagian lain di ruang kadis.
Anehnya walaupun ruang kerjanya dibobol tidak ada barang yang hilang di ruang kerjanya itu.
"Sementara saya lihat belum ada yang hilang, saya sepenuhnya serahkan ke Polisi untuk melacak motif di baliknya," ujarnya.
Akibat jebolnya ruang kadis ini, sempat mengganggu rutinitas kerja kadis dalam melayani masyarakat. Juga mencemaskan sejumlah guru yang datang mengurus surat-surat dinas.
"Semoga kita punya data kinerja tidak hilang, kalau hilang bisa parah jadinya," tutur seorang guru.
Sementara warga lainnya mengeluhkan tertundanya agenda bertemu Kadis. "Kami mau legalisir ijazah. Tapi sekretarisnya bilang Pak Kadis masih sibuk beri keterangan di polisi, jadi kami mau bagaimana lagi, kami pulang saja," keluh salah seorang warga senada dengan warga lainnya.
(mhd)