Antisipasi banjir, sungai Cimanuk ditanggul 1 Km
Minggu, 21 Oktober 2012 - 14:29 WIB
Antisipasi banjir, sungai Cimanuk ditanggul 1 Km
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengantisipasi banjir, pinggiran sungai Cimanuk ditanggul sepanjang satu kilometer.
Camat Tarogong Kidul Otto Iskandar mengatakan, pembangunan tanggul terletak di dua Kecamatan Garut Kota dan Tarogong Kidul. Kedua daerah ini merupakan kawasan langganan banjir.
"Tinggi tanggul sekira dua meter. Pembangunan tanggul dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Total panjang tanggul baru itu secara keseluruhan kurang lebih satu km," jelas Otto, Minggu (21/10/2012).
Dia mengharapkan, dengan dibangunnya tanggul baru, dapat meminimalisir banjir. Pasalnya, berdasarkan peninjauan yang sudah dilakukan pihaknya, Kampung Cimacan memang rawan banjir.
"Kami berharap, tanggul ini bisa menanggulangi permasalahan yang sudah berlangsung tahunan di sana. Namun, bila banjir belum terselesaikan, kami akan minta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut untuk upaya terakhir, yaitu relokasi,” tandasnya.
Sebelumnya, sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) di pinggiran Sungai Cimanuk, Kampung Cimacan meminta direlokasi.
Keinginan warga disebabkan oleh kekhawatiran mereka terhadap luapan air Sungai Cimanuk di musim hujan.
Azuk Marzuki (63), salah seorang warga Kampung Cimacan RT01 RW13 menuturkan, ancaman banjir akan semakin parah bila megaproyek Bendung Copong rampung pada 2013 mendatang.
Sebab, lokasi proyek tersebut hanya berjarak sekira dua kilometer dari permukiman warga.
“Sebelum dibangun bendungan, daerah kami ini sering banjir setiap musim hujan. Apalagi kalau ada bendungan, banjir kiriman dari hulu sungai di kawasan Cikajang bisa makin parah,” ungkapnya.
Camat Tarogong Kidul Otto Iskandar mengatakan, pembangunan tanggul terletak di dua Kecamatan Garut Kota dan Tarogong Kidul. Kedua daerah ini merupakan kawasan langganan banjir.
"Tinggi tanggul sekira dua meter. Pembangunan tanggul dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) Cimanuk Cisanggarung. Total panjang tanggul baru itu secara keseluruhan kurang lebih satu km," jelas Otto, Minggu (21/10/2012).
Dia mengharapkan, dengan dibangunnya tanggul baru, dapat meminimalisir banjir. Pasalnya, berdasarkan peninjauan yang sudah dilakukan pihaknya, Kampung Cimacan memang rawan banjir.
"Kami berharap, tanggul ini bisa menanggulangi permasalahan yang sudah berlangsung tahunan di sana. Namun, bila banjir belum terselesaikan, kami akan minta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut untuk upaya terakhir, yaitu relokasi,” tandasnya.
Sebelumnya, sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) di pinggiran Sungai Cimanuk, Kampung Cimacan meminta direlokasi.
Keinginan warga disebabkan oleh kekhawatiran mereka terhadap luapan air Sungai Cimanuk di musim hujan.
Azuk Marzuki (63), salah seorang warga Kampung Cimacan RT01 RW13 menuturkan, ancaman banjir akan semakin parah bila megaproyek Bendung Copong rampung pada 2013 mendatang.
Sebab, lokasi proyek tersebut hanya berjarak sekira dua kilometer dari permukiman warga.
“Sebelum dibangun bendungan, daerah kami ini sering banjir setiap musim hujan. Apalagi kalau ada bendungan, banjir kiriman dari hulu sungai di kawasan Cikajang bisa makin parah,” ungkapnya.
(maf)