Kandidat Polri pada Pilgub Jabar sulit dipilih
Minggu, 21 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Kandidat Polri pada Pilgub Jabar sulit dipilih
A
A
A
Sindonews.com - Buntut dari unjuk rasa serta penanganan polisi dalam bentrokan polisi dan mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam), serta penangkapan mahasiswa itu akan berujung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub Jawa Barat (Jabar).
Pasalnya, bentrokan tersebut akan berakibat kepada para jenderal yang mengikuti pertarungan di Pilgub Jabar. Itu akan menjadi bukti nyata betapa kecewanya masyarakat terhadap perlakuan Polri dalam menuntaskan kasus demonstrasi.
"Dampak yang paling nyata nanti bisa dilihat dalam pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang diikuti polisi. Kasus bentrokan polisi dengan mahasiswa di Unpam membuat jenderal-jenderal polisi yang ikut pilkada, terutama di Jabar akan makin sulit terpilih," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (21/10/2012).
Cara penanganan kerusuhan dan pembubaran aksi demontrasi, menurutnya, yang dilakukan oleh pihak kepolisian dinilai sangat arogan, yang tidak mengedepankan rasa keadilan.
"Sikap anti pati publik melihat arogansi polisi akan mnjadi fakta yang akan mengecewakan para jenderal Polri itu di pilkada (Jabar)," ujarnya.
Oleh sebab itu, tambahnya, bukti tersebut akan dilihat pada saat digelarnya Pilgub Jabar nanti, apakah ada masyarakat yang mendukung para jenderal itu.
"Mereka berada di posisi mana dan apakah terpilih? IPW kurang yakin para jenderal polisi itu akan terpilih," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam masa pencalonan ini terdapat dua nama dari Polri yang meramaikan bursa Pilgub Jabar. Pertama Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur dan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna.
Pasalnya, bentrokan tersebut akan berakibat kepada para jenderal yang mengikuti pertarungan di Pilgub Jabar. Itu akan menjadi bukti nyata betapa kecewanya masyarakat terhadap perlakuan Polri dalam menuntaskan kasus demonstrasi.
"Dampak yang paling nyata nanti bisa dilihat dalam pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang diikuti polisi. Kasus bentrokan polisi dengan mahasiswa di Unpam membuat jenderal-jenderal polisi yang ikut pilkada, terutama di Jabar akan makin sulit terpilih," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada Sindonews, di Jakarta, Minggu (21/10/2012).
Cara penanganan kerusuhan dan pembubaran aksi demontrasi, menurutnya, yang dilakukan oleh pihak kepolisian dinilai sangat arogan, yang tidak mengedepankan rasa keadilan.
"Sikap anti pati publik melihat arogansi polisi akan mnjadi fakta yang akan mengecewakan para jenderal Polri itu di pilkada (Jabar)," ujarnya.
Oleh sebab itu, tambahnya, bukti tersebut akan dilihat pada saat digelarnya Pilgub Jabar nanti, apakah ada masyarakat yang mendukung para jenderal itu.
"Mereka berada di posisi mana dan apakah terpilih? IPW kurang yakin para jenderal polisi itu akan terpilih," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam masa pencalonan ini terdapat dua nama dari Polri yang meramaikan bursa Pilgub Jabar. Pertama Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur dan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna.
(mhd)