Sambungan Telkom di Surabaya terbakar
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 13:23 WIB
Sambungan Telkom di Surabaya terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan sambungan kabel milik PT Telekomukasi Indonesia (Telkom) di Surabaya terbakar. Akibatnya, ribuan warga Surabaya tidak bisa menikmati sambungan telepon dan internet.
Informasi yang dihimpun, putusnya sambung telepon ini bermula dari seseorang yang membakar sampah di gorong-gorong kawasan Jalan Ahmad Jais, Surabaya, pada Jumat 19 Oktober 2012.
Sejumlah wilayah yang terganggu meliputi, Jalan Ambengan, Undaan, Wetan Kulon, Ahmad Jaiz, Walikota Mustajab, Peneleh, Jagalan, Kusuma Bangsa, Jimerto, Ngaglik dan sekitar Hi-Tech Mal. Satuan sambungan yang terganggu itu terdiri dari 53 line bisnis dan 7 ribu lebih satuan sambungan rumah.
Tak hanya sambungan telpon yang terganggu, sambungan internet bradband Speedy juga terganggu. Seperti 256 pelanggang Kapasistas 384 Kbps, 143 Pelanggan 1 Mbps, 53 Pelanggan 2 Mbps dan 38 pelanggan 3 Mbps.
Operational Manager Communication Regional Jawa Timur, Amat Riyanto membenarkan kejadian tersebut. Kata Amat, tak kurang dari 2.000 nomor pelanggan dengan office code 5240xxx, 531xxxx, 532xxxxx, 534xxxx, dan 535xxxx, 545xxxx, 546xxxx, 547xxxx, 548xxxx, 549xxxx, dan 5550xxx tak bisa melakukan komunikasi.
"Sampai proses recovery yang diperkirakan memakan waktu 2–3 hari untuk kabel fiber optic dan maksimal 6 hari untuk jaringan kabel tembaga secara bertahap. Selain telepon rumah, diperkirakan sekitar 400 nomor pelanggan Speedy ikut terganggu," kata Amat dalam keterangan persnya, di Surabaya, Sabtu (20/10/2012).
Lebih lanjut, Amat meminta maaf kepada segenap pelanggan Telkom atas gangguan tersebut. Dan selama proses perbaikan akan dilakukan pengalihan route jaringan.
Ditambahkan oleh Amat, proses perbaikan memakan waktu karena membutuhkan beberapa alat berat untuk mengganti kabel yang terputus dan menginstalasi kembali. “Saat ini kami juga sudah mendapat ijin penggalian untuk perbaikan," tambah Amat.
Amat menegaskan, petugas teknis pun diterjunkan untuk melakukan penyambungan di lokasi Jalan Ahmad Jais. “Sedangkan untuk pelanggan Speedy yang mengalami gangguan, kami sarankan sementara bisa menggunakan mobile broadband Telkomsel Flash," tukasnya.
Informasi yang dihimpun, putusnya sambung telepon ini bermula dari seseorang yang membakar sampah di gorong-gorong kawasan Jalan Ahmad Jais, Surabaya, pada Jumat 19 Oktober 2012.
Sejumlah wilayah yang terganggu meliputi, Jalan Ambengan, Undaan, Wetan Kulon, Ahmad Jaiz, Walikota Mustajab, Peneleh, Jagalan, Kusuma Bangsa, Jimerto, Ngaglik dan sekitar Hi-Tech Mal. Satuan sambungan yang terganggu itu terdiri dari 53 line bisnis dan 7 ribu lebih satuan sambungan rumah.
Tak hanya sambungan telpon yang terganggu, sambungan internet bradband Speedy juga terganggu. Seperti 256 pelanggang Kapasistas 384 Kbps, 143 Pelanggan 1 Mbps, 53 Pelanggan 2 Mbps dan 38 pelanggan 3 Mbps.
Operational Manager Communication Regional Jawa Timur, Amat Riyanto membenarkan kejadian tersebut. Kata Amat, tak kurang dari 2.000 nomor pelanggan dengan office code 5240xxx, 531xxxx, 532xxxxx, 534xxxx, dan 535xxxx, 545xxxx, 546xxxx, 547xxxx, 548xxxx, 549xxxx, dan 5550xxx tak bisa melakukan komunikasi.
"Sampai proses recovery yang diperkirakan memakan waktu 2–3 hari untuk kabel fiber optic dan maksimal 6 hari untuk jaringan kabel tembaga secara bertahap. Selain telepon rumah, diperkirakan sekitar 400 nomor pelanggan Speedy ikut terganggu," kata Amat dalam keterangan persnya, di Surabaya, Sabtu (20/10/2012).
Lebih lanjut, Amat meminta maaf kepada segenap pelanggan Telkom atas gangguan tersebut. Dan selama proses perbaikan akan dilakukan pengalihan route jaringan.
Ditambahkan oleh Amat, proses perbaikan memakan waktu karena membutuhkan beberapa alat berat untuk mengganti kabel yang terputus dan menginstalasi kembali. “Saat ini kami juga sudah mendapat ijin penggalian untuk perbaikan," tambah Amat.
Amat menegaskan, petugas teknis pun diterjunkan untuk melakukan penyambungan di lokasi Jalan Ahmad Jais. “Sedangkan untuk pelanggan Speedy yang mengalami gangguan, kami sarankan sementara bisa menggunakan mobile broadband Telkomsel Flash," tukasnya.
(san)