Ciamis berangkatkan 37 transmigran ke Gorontalo
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 01:34 WIB
Ciamis berangkatkan 37 transmigran ke Gorontalo
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak 37 penduduk asal Ciamis diberangkatkan ke Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. Mereka masuk dalam program transmigrasi yang digalakkan Pemkab Ciamis.
Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis Tati Tresnawati menyebutkan, sebanyak 37 penduduk asal Ciamis yang diberangkatkan ke Gorontalo merupakan hasil pendataan dari 36 kecamatan yang ada di Ciamis.
“Salah satu kriterianya, mereka merupakan keluarga yang kondisi perekonomianya memang memprihatinkan. Taraf hidup mereka selama berada di tempat tingal asal, memang berada di bawah rata-rata penduduk lain,” kata Tati di sela keberangkatan 37 imigran asal Ciamis di Halaman UPTD Dinsosnaker Ciamis, Jumat 19 Oktober 2012.
Mereka di sana sudah disiapkan lahan dan pekarangan 0,25 hektar, sedangkan untuk lahan garapan disiapkan lahan seluas 0,75 hektar.
Karena mereka akan disiapkan untuk mengolah tanah di lokasi baru, maka, rata-rata mereka yang di berangkatkan ke Gorontalo adalah buruh tani.
“Mereka juga dari segi penghasilan sangat minim, bahkan diantara yang diberangkatkan ada keluarga yang sama sekali tidak punya tempat tinggal,” terang Tati.
Tati berharap, mereka yang diberangkatkan bisa menginspirasi imigran lain. Mereka sudah diwanti-wanti agar selalu menjaga nama baik Ciamis.
Menurut Tati, untuk persiapan program transmigrasi tahap berikutnya, Pemkab sudah memiliki data calon transmigran yang diajukan dari berbagai desa dan hasil seleksi Transmigrasi. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Lakbok dan Pangandaran.
Salah seorang Transmigran Darsim mengatakan, pihaknya bersedia menjadi transmigran dengan harapan bisa mencari penghidupan baru yang lebih layak dan lebih baik lagi dari kondisi saat ini.
Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis Tati Tresnawati menyebutkan, sebanyak 37 penduduk asal Ciamis yang diberangkatkan ke Gorontalo merupakan hasil pendataan dari 36 kecamatan yang ada di Ciamis.
“Salah satu kriterianya, mereka merupakan keluarga yang kondisi perekonomianya memang memprihatinkan. Taraf hidup mereka selama berada di tempat tingal asal, memang berada di bawah rata-rata penduduk lain,” kata Tati di sela keberangkatan 37 imigran asal Ciamis di Halaman UPTD Dinsosnaker Ciamis, Jumat 19 Oktober 2012.
Mereka di sana sudah disiapkan lahan dan pekarangan 0,25 hektar, sedangkan untuk lahan garapan disiapkan lahan seluas 0,75 hektar.
Karena mereka akan disiapkan untuk mengolah tanah di lokasi baru, maka, rata-rata mereka yang di berangkatkan ke Gorontalo adalah buruh tani.
“Mereka juga dari segi penghasilan sangat minim, bahkan diantara yang diberangkatkan ada keluarga yang sama sekali tidak punya tempat tinggal,” terang Tati.
Tati berharap, mereka yang diberangkatkan bisa menginspirasi imigran lain. Mereka sudah diwanti-wanti agar selalu menjaga nama baik Ciamis.
Menurut Tati, untuk persiapan program transmigrasi tahap berikutnya, Pemkab sudah memiliki data calon transmigran yang diajukan dari berbagai desa dan hasil seleksi Transmigrasi. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Lakbok dan Pangandaran.
Salah seorang Transmigran Darsim mengatakan, pihaknya bersedia menjadi transmigran dengan harapan bisa mencari penghidupan baru yang lebih layak dan lebih baik lagi dari kondisi saat ini.
(ysw)