Integrasikan monorel ke pusat perbelanjaan
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 06:30 WIB
Integrasikan monorel ke pusat perbelanjaan
A
A
A
Sindonews.com - Mahalnya pembangunan monorel atau Mass Rapid Transit (MRT) bisa diatasi dengan diintegrasikannya angkutan massal tersebut ke pusat perbelanjaan di Jakarta. Dengan begitu, minat masyarakat menggunakan monorel tetap tinggi.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna menyatakan jika memang monorel dianggap terlalu mahal, maka sebaiknya monorel dibangun dengan ditingkatkan statusnya menjadi transportasi wisata bagi warga Jakarta.
"Kalau monorel dianggap terlalu mahal, tingkatkan menjadi transportasi wisata," kata Yayat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Dengan dijadikan transportasi wisata itulah maka monorel nantinya dapat diintegrasikan ke kawasan bisnis. Dimana disana merupakan kawasan perdagangan yang dapat menarik minat masyarakat.
"Monorel dibangun di kawasan bisnis tapi harus fokus ke kawasan perdagangannya sehinga menarik masyarakat," jelas Yayat.
Di sisi lain, Yayat menegaskan untuk saat ini, dirinya akan melihat sejauh mana perencanaan pembangunan sarana angkutan massal tersebut dapat berjalan.
Sebelumnya diketahui, di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Pemprov DKI berniat untuk menghentikan total pembangunan monorel di Jakarta.
Proyek yang digagas oleh mantan Gubernur DKI, Sutiyoso tersebut dinilai terlalu mahal untuk dilanjutkan pembangunannya.
Namun saat ini, Gubernur DKI, Joko Widodo berencana menghidupkan kembali pembangunan monorel tersebut.
Pengamat Perkotaan, Yayat Supriyatna menyatakan jika memang monorel dianggap terlalu mahal, maka sebaiknya monorel dibangun dengan ditingkatkan statusnya menjadi transportasi wisata bagi warga Jakarta.
"Kalau monorel dianggap terlalu mahal, tingkatkan menjadi transportasi wisata," kata Yayat saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Dengan dijadikan transportasi wisata itulah maka monorel nantinya dapat diintegrasikan ke kawasan bisnis. Dimana disana merupakan kawasan perdagangan yang dapat menarik minat masyarakat.
"Monorel dibangun di kawasan bisnis tapi harus fokus ke kawasan perdagangannya sehinga menarik masyarakat," jelas Yayat.
Di sisi lain, Yayat menegaskan untuk saat ini, dirinya akan melihat sejauh mana perencanaan pembangunan sarana angkutan massal tersebut dapat berjalan.
Sebelumnya diketahui, di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Pemprov DKI berniat untuk menghentikan total pembangunan monorel di Jakarta.
Proyek yang digagas oleh mantan Gubernur DKI, Sutiyoso tersebut dinilai terlalu mahal untuk dilanjutkan pembangunannya.
Namun saat ini, Gubernur DKI, Joko Widodo berencana menghidupkan kembali pembangunan monorel tersebut.
(ysw)