Teman Yusuf, larang jenazah diotopsi
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 23:36 WIB
Teman Yusuf, larang jenazah diotopsi
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah kerabat Yusuf Badid (30) yang menjadi korban penusukan di Asrama Papua, Jalan Cilaki No 59, Kecamatan Bandung Wetan melarang petugas kepolisian melakukan otopsi terhadap jenazah temannya.
Kawan-kawan Yusuf melarang polisi melakukan otopsi menunggu persetujuan keluarga korban yang saat ini sudah berangkat ke Jakarta. Hingga kini, Jenazah Yusuf masih berada di asrama tersebut.
“Korban didalam (asrama) hingga pihak keluarga datang,” jelas Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto kepada wartawan dilokasi kejadian, Jumat (19/10/2012).
Meski dilarang melakukan otopsi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan visum luar terhadap korban untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
“Keluarga korban sudah diberi tahu dan dalam waktu dekat akan ke Bandung,” katanya.
Menurutnya, jenazah korban telah diurusi oleh teman-teman lainnya secara gotong royong sembari menunggu keluarga.
Untuk menjaga kondusifitas disekitar asrama, pihaknya akan melakukan penjagaan secara terbuka dan tertutup.
“Kita tempatkan anggota patroli dan penjagaan yang sifatnya antisipasi saja,” tuturnya.
Dia mengimbau, agar masyarakat tidak tersulut emosi akibat kejadian ini. Menurutnya, segala persoalan bisa diselesaikan dengan hati nurani dan jangan sampai meluas.
Dari informasi yang himpun wartawan, pihak keluarga Yusuf Badid (30) rencananya baru berangkat pada pukul 24.00 waktu Papua. Sedangkan satu korban lainnya Zhakia Thesia (29) masih menjalani perawatan dirumah sakit.
Kawan-kawan Yusuf melarang polisi melakukan otopsi menunggu persetujuan keluarga korban yang saat ini sudah berangkat ke Jakarta. Hingga kini, Jenazah Yusuf masih berada di asrama tersebut.
“Korban didalam (asrama) hingga pihak keluarga datang,” jelas Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto kepada wartawan dilokasi kejadian, Jumat (19/10/2012).
Meski dilarang melakukan otopsi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan visum luar terhadap korban untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
“Keluarga korban sudah diberi tahu dan dalam waktu dekat akan ke Bandung,” katanya.
Menurutnya, jenazah korban telah diurusi oleh teman-teman lainnya secara gotong royong sembari menunggu keluarga.
Untuk menjaga kondusifitas disekitar asrama, pihaknya akan melakukan penjagaan secara terbuka dan tertutup.
“Kita tempatkan anggota patroli dan penjagaan yang sifatnya antisipasi saja,” tuturnya.
Dia mengimbau, agar masyarakat tidak tersulut emosi akibat kejadian ini. Menurutnya, segala persoalan bisa diselesaikan dengan hati nurani dan jangan sampai meluas.
Dari informasi yang himpun wartawan, pihak keluarga Yusuf Badid (30) rencananya baru berangkat pada pukul 24.00 waktu Papua. Sedangkan satu korban lainnya Zhakia Thesia (29) masih menjalani perawatan dirumah sakit.
(ysw)