Bendungan alami teror kehidupan Negerilima
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 10:16 WIB
Bendungan alami teror kehidupan Negerilima
A
A
A
Terbentuknya Bendungan Way Ela menjadi risiko tersendiri bagi masyarakat di Desa Negerilima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Bendungan ini terbentuk secara alamiah akibat longsor yang menutup aliran Sungai Way Ela.
Letak Bendungan Way Ela atau sering disebut natural dam ini berada di jarak dua kilometer daru Hutan Negerilima. Terbentuknya bendungan ini akibat longsornya dua bukit di Kawasan Negerilima pada 13 Juni 2012 lalu. Jika ingin mengambangi bendungan ini, harus menempuh perjalanan satu jam lebih dengan melewati perbukitan dan medan yang terjal hasil dari longsor beberapa bulan lalu.
Material longsor ini terdiri dari bongkahan batu besar, batu-batuan lainnya serta bongkahan pohon kayu. Diperkirakan terdapat jutaan meter kubik material pada longsoran ini. Material longsor perbukitan yang menutup aliran sungai menuju perkampungan Negerilima inilah yang menyebabkan terjadinya bendungan alamiah.
Menurut data dari Badan Nasional Penangulangan Bencana Nasional (BNPB), panjang bendungan ini sejauh 1.000 meter dengan kedalaman 200 meter, serta volume air saat ini sekitar 87 juta meter kubik. Debit air diperkirakan akan terus bertambah seiring mulai datangnya musim hujan pada November nanti.
Dikhawatirkan bendungan ini akan jebol. Jutaan material berisi bongkahan batu-batu besar serta dan pepohonan dan air akan menghantam pemukiman warga di Negerilima yang hanya berjarak sekira dua kilo meter. Desa Negerilima berpenduduk sekitar 5.000 jiwa atau sekitar 900 kepala keluarga.
Kini, BNPB sudah menetapkan Desa Negerilima merupakan kawasan siaga darurat bencana bendungan alamiah tersebut. Karena itu warga diminta waspada akan adanya bencana dari bendungan alamiah tersebut. Kini pemerintah pusat dan pemerintah daerah Maluku mulai berusaha mengantisipasi datangnya bencana tersebut.
Sejauh ini, pemerintah pusat baru memasang perangkat peringatan dini di sekitar bendungan dan di Desa Negerilima serta mencari upaya melakukan perembesan air bendungan agar bisa mengurangi volume air di bendungan ini.
Peneliti dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Edy Supangkat menegaskan, bahaya Bendungan Way Ela cukup berisiko tinggi jika tidak segera diantisipasi secepatnya.
Letak Bendungan Way Ela atau sering disebut natural dam ini berada di jarak dua kilometer daru Hutan Negerilima. Terbentuknya bendungan ini akibat longsornya dua bukit di Kawasan Negerilima pada 13 Juni 2012 lalu. Jika ingin mengambangi bendungan ini, harus menempuh perjalanan satu jam lebih dengan melewati perbukitan dan medan yang terjal hasil dari longsor beberapa bulan lalu.
Material longsor ini terdiri dari bongkahan batu besar, batu-batuan lainnya serta bongkahan pohon kayu. Diperkirakan terdapat jutaan meter kubik material pada longsoran ini. Material longsor perbukitan yang menutup aliran sungai menuju perkampungan Negerilima inilah yang menyebabkan terjadinya bendungan alamiah.
Menurut data dari Badan Nasional Penangulangan Bencana Nasional (BNPB), panjang bendungan ini sejauh 1.000 meter dengan kedalaman 200 meter, serta volume air saat ini sekitar 87 juta meter kubik. Debit air diperkirakan akan terus bertambah seiring mulai datangnya musim hujan pada November nanti.
Dikhawatirkan bendungan ini akan jebol. Jutaan material berisi bongkahan batu-batu besar serta dan pepohonan dan air akan menghantam pemukiman warga di Negerilima yang hanya berjarak sekira dua kilo meter. Desa Negerilima berpenduduk sekitar 5.000 jiwa atau sekitar 900 kepala keluarga.
Kini, BNPB sudah menetapkan Desa Negerilima merupakan kawasan siaga darurat bencana bendungan alamiah tersebut. Karena itu warga diminta waspada akan adanya bencana dari bendungan alamiah tersebut. Kini pemerintah pusat dan pemerintah daerah Maluku mulai berusaha mengantisipasi datangnya bencana tersebut.
Sejauh ini, pemerintah pusat baru memasang perangkat peringatan dini di sekitar bendungan dan di Desa Negerilima serta mencari upaya melakukan perembesan air bendungan agar bisa mengurangi volume air di bendungan ini.
Peneliti dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Edy Supangkat menegaskan, bahaya Bendungan Way Ela cukup berisiko tinggi jika tidak segera diantisipasi secepatnya.
(azh)