Kokap tetapkan status waspada Malaria
Kamis, 18 Oktober 2012 - 21:35 WIB
Kokap tetapkan status waspada Malaria
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menekan merebaknya kasus penyakit malaria, Kecamatan Kokap, Kulonprogo menetapkan status waspada. Beberapa petugas kesehatan sudah disebar mengantisipasi malaraia di daerah endemis.
Sejauh ini, Pusat Kesehatan Masyarakat Kokap menyorot Desa Kalirejo yang masuk sebagai kawasan endemis Malaria.
“Penderita malaria di Purworejo meningkat tajam belakangan ini. Karena itu kami langsung mempersiakan diri sebagai antisipasi karena daerah kami berbatasan dengan Purworejo,” kata Kepala Puskesmas Kokap I, Dwi Ciptorini dikantornya, Kamis (18/10/2012).
Menurut Dwi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa serta Puskesmas Kokap II. Desa, sudah diminta menggiatkan kembali kegiatan Jumat bersih untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
“Kita juga mengerahkan mantri malaria serta kader kesehatan yang tersebar hingga ke tingkat dusun. Mereka adalah warga setempat yang direkrut untuk menjadi ujung tombak antisipasi penyakit malaria di daerah endemis,” terang dia.
Para mantri, kata dia, akan berkeliling desa dan langsung mengambil sampel darah dan dicek ke puskesmas jika menemukan warga yang mulai demam. Jika positif malaria, maka pasien segera dibawa ke pusat pengobatan.
“Kami terus memberi penyuluhan baik oleh petugas langsung maupun melalui brosur atau pamflet. Kami tidak ingin yang kami alami di awal tahun terulang lagi. Sejauh ini kasus malaria sudah nihil dan akan kami pertahankan,” tegas dia.
Puskesmas Kokap I melayani tiga desa di Kokap. Yaitu Hargorejo, Hargomulyo dan Kalirejo. Desa KAlirejo menjadi daerah endemis malaria, karena daerah ini diapit wilayah Purworejo yang juga menjadi daerah endemis serta Hargowilis.
Tahun 2011, tercatat tujuh kasus malaria di Kokap. Sedangkan tahun 2012, per Mei lalu tercatat sudah 12 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno sendiri mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, dan kebersihan lingkungan. Dinkes juga sudah melakukan penyemprotan pestisida di daerah endemik seperti Kecamatan Kokap dan Girimulyo.
Sejauh ini, Pusat Kesehatan Masyarakat Kokap menyorot Desa Kalirejo yang masuk sebagai kawasan endemis Malaria.
“Penderita malaria di Purworejo meningkat tajam belakangan ini. Karena itu kami langsung mempersiakan diri sebagai antisipasi karena daerah kami berbatasan dengan Purworejo,” kata Kepala Puskesmas Kokap I, Dwi Ciptorini dikantornya, Kamis (18/10/2012).
Menurut Dwi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa serta Puskesmas Kokap II. Desa, sudah diminta menggiatkan kembali kegiatan Jumat bersih untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
“Kita juga mengerahkan mantri malaria serta kader kesehatan yang tersebar hingga ke tingkat dusun. Mereka adalah warga setempat yang direkrut untuk menjadi ujung tombak antisipasi penyakit malaria di daerah endemis,” terang dia.
Para mantri, kata dia, akan berkeliling desa dan langsung mengambil sampel darah dan dicek ke puskesmas jika menemukan warga yang mulai demam. Jika positif malaria, maka pasien segera dibawa ke pusat pengobatan.
“Kami terus memberi penyuluhan baik oleh petugas langsung maupun melalui brosur atau pamflet. Kami tidak ingin yang kami alami di awal tahun terulang lagi. Sejauh ini kasus malaria sudah nihil dan akan kami pertahankan,” tegas dia.
Puskesmas Kokap I melayani tiga desa di Kokap. Yaitu Hargorejo, Hargomulyo dan Kalirejo. Desa KAlirejo menjadi daerah endemis malaria, karena daerah ini diapit wilayah Purworejo yang juga menjadi daerah endemis serta Hargowilis.
Tahun 2011, tercatat tujuh kasus malaria di Kokap. Sedangkan tahun 2012, per Mei lalu tercatat sudah 12 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno sendiri mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, dan kebersihan lingkungan. Dinkes juga sudah melakukan penyemprotan pestisida di daerah endemik seperti Kecamatan Kokap dan Girimulyo.
(ysw)