35 desa kekeringan, Blitar siapkan embung
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 01:07 WIB
35 desa kekeringan, Blitar siapkan embung
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengatasi kekeringan di 35 desa di Blitar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar akan membangun embung (kolam penampungan air).
Sementara ini, BPBD Blitar baru melakukan droping air bersih untuk desa yang alami kekeringan.
“Droping merupakan solusi jangka pendek. Kedepannya kita akan membuat embung atau kolam besar sebagai penyimpan air bersih pada saat kemarau tiba,“ ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Blitar, Katijan kepada wartawan di Blitar, Kamis (18/10/2012).
Selain Kecamatan Wates, penyusutan mata air juga terjadi di wilayah Kecamatan Wonotirto, Binangun, Panggungrejo, Kademangan, Bakung dan Nglegok.
Sementara di sisi lain, pepohonan yang berfungsi sebagai “penangkap” mata air masih dalam proses reboisasi.
Sekedar diketahui pembalakan liar yang berlangsung di era reformasi 1998 membuat sebagian besar belantara di wilayah Blitar selatan rusak berat.
Untuk kebutuhan air bersih, lsetiap tiga hari sekali petugas mengirimkan air bersih dalam jumlah besar.
“Untuk setiap pengiriman minimal 3 unit tangki air bersih yang kita pasok ke sana,“ terangnya.
Jika embung jadi dibangun, pemkab hanya menindaklanjuti dengan penyediaan infrastruktur pipa yang mengalirkan air ke rumah warga.
“Selain dari APBD, kita juga mengusulkan anggaran untuk pembangunan embung ini ke pemerintah pusat,“ jelasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menyatakan semestinya Pemkab Blitar fokus pada wilayah yang setiap tahun langganan kekeringan.
“Harus ada solusi permanen, pembuatan embung ini harus segera dilakukan,“ ujarnya.
Sementara ini, BPBD Blitar baru melakukan droping air bersih untuk desa yang alami kekeringan.
“Droping merupakan solusi jangka pendek. Kedepannya kita akan membuat embung atau kolam besar sebagai penyimpan air bersih pada saat kemarau tiba,“ ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Blitar, Katijan kepada wartawan di Blitar, Kamis (18/10/2012).
Selain Kecamatan Wates, penyusutan mata air juga terjadi di wilayah Kecamatan Wonotirto, Binangun, Panggungrejo, Kademangan, Bakung dan Nglegok.
Sementara di sisi lain, pepohonan yang berfungsi sebagai “penangkap” mata air masih dalam proses reboisasi.
Sekedar diketahui pembalakan liar yang berlangsung di era reformasi 1998 membuat sebagian besar belantara di wilayah Blitar selatan rusak berat.
Untuk kebutuhan air bersih, lsetiap tiga hari sekali petugas mengirimkan air bersih dalam jumlah besar.
“Untuk setiap pengiriman minimal 3 unit tangki air bersih yang kita pasok ke sana,“ terangnya.
Jika embung jadi dibangun, pemkab hanya menindaklanjuti dengan penyediaan infrastruktur pipa yang mengalirkan air ke rumah warga.
“Selain dari APBD, kita juga mengusulkan anggaran untuk pembangunan embung ini ke pemerintah pusat,“ jelasnya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menyatakan semestinya Pemkab Blitar fokus pada wilayah yang setiap tahun langganan kekeringan.
“Harus ada solusi permanen, pembuatan embung ini harus segera dilakukan,“ ujarnya.
(ysw)