Mal Banjaran dilalap api
Kamis, 18 Oktober 2012 - 17:19 WIB
Mal Banjaran dilalap api
A
A
A
Sindonews.com - Mal Banjaran Permai (BP) yang terletak di jalur utama Tegal-Purwokerto di Kecamatan Adiwerna terbakar siang tadi sekira pukul 13.00 WIB. Diduga, kebakaran akibat adanya kesalahan teknis di ruang generator set (genset).
Menurut keterangan salah satu saksi, Darsi (35), dia mendengar suara mirip barang terbakar. Sumber suara sendiri berasal dari ruang genset.
"Suaranya keras seperti suara petasan. Saat saya keluar, saya melihat kepulan asap dari ruang genset bagian atas," kata Darsi yang memang berdagang di dekat lokasi kejadian, Kamis (18/10/2012).
Secara spontan, ia berteriak adanya kebakaran. Warga dan pengunjung pasar Banjaran pun berhamburan keluar. Ternyata asap telah membumbung tebal dari dinding ruangan genset berlantai dua itu.
Tak lama kemudian, api terus membesar dan membakar seluruh ruangan genset. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pengelola mal segera memerintahkan pengunjung untuk keluar dari mal.
Terlebih, penerangan mal yang mengandalkan genset itu juga padam. Beberapa lapak yang ada di depan ruang genset segera ditinggalkan oleh pemiliknya karena mereka khawatir api akan merembet.
Beruntung letak pusat mal dengan ruang genset tidak berdampingan atau jaraknya sekira lima meter. Warga dan pekerja mal secara swadaya melakukan pemadaman api. Tak lama kemudian, beberapa mobil unit pemadam kebakaran dan polisi tiba di lokasi.
Pemadaman mengalami kesulitan karena mobil damkar tertahan lalu-lalang warga yang ingin melihat lokasi dari dekat dan mengakibatkan arus lalu lintas macet.
Menurut keterangan salah satu saksi, Darsi (35), dia mendengar suara mirip barang terbakar. Sumber suara sendiri berasal dari ruang genset.
"Suaranya keras seperti suara petasan. Saat saya keluar, saya melihat kepulan asap dari ruang genset bagian atas," kata Darsi yang memang berdagang di dekat lokasi kejadian, Kamis (18/10/2012).
Secara spontan, ia berteriak adanya kebakaran. Warga dan pengunjung pasar Banjaran pun berhamburan keluar. Ternyata asap telah membumbung tebal dari dinding ruangan genset berlantai dua itu.
Tak lama kemudian, api terus membesar dan membakar seluruh ruangan genset. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pengelola mal segera memerintahkan pengunjung untuk keluar dari mal.
Terlebih, penerangan mal yang mengandalkan genset itu juga padam. Beberapa lapak yang ada di depan ruang genset segera ditinggalkan oleh pemiliknya karena mereka khawatir api akan merembet.
Beruntung letak pusat mal dengan ruang genset tidak berdampingan atau jaraknya sekira lima meter. Warga dan pekerja mal secara swadaya melakukan pemadaman api. Tak lama kemudian, beberapa mobil unit pemadam kebakaran dan polisi tiba di lokasi.
Pemadaman mengalami kesulitan karena mobil damkar tertahan lalu-lalang warga yang ingin melihat lokasi dari dekat dan mengakibatkan arus lalu lintas macet.
(rsa)