Polri urai kronologi tersebarnya foto Novie
Kamis, 18 Oktober 2012 - 14:26 WIB
Polri urai kronologi tersebarnya foto Novie
A
A
A
Sindonews.com - Beredarnya foro-foto syur pengemudi seksi Novie Amelia yang menabrak tujuh orang di Taman Sari, Jakarta Pusat, dipastikan terjadi tak lama setelah kejadian.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto setelah kejadian sempat ada kemarahan massa setelah Novie menabrak tujuh korban.
"Saat itu massa marah, kemudian melempari mobilnya, makanya kaca mobilnya pecah. Saat diamankan ke polsek, sudah banyak rekan media dan masyarakat," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Di kondisi yang tidak terkontrol itu, memiliki kemungkinan ada banyak masyarakat, awak media, dan pihak kepolisian yang mengambil gambar Novie dalam keadaan belum berbusana.
Dijelaskan Rikwanto, saat itu Novie dalam keadaan labil dan membahayakan dirinya, maka itu polisi mengamankannya di ruangan.
"Novie mencoba membenturkan dirinya ke meja. Kemudian di ruangan barang-barang digeser semua. Di dalam ruangan dijaga oleh petugas, soalnya semua orang yang mencoba mendekat ditendang dan diludahi," jelasnya.
"Saat diberikan pakaian oleh polwan, Novie melakukan perlawanan, petugas ditendang dan dicakar. Jika ada orang yang mengambil kesempatan untuk mengambil gambar, karena Novie dalam keadan tidak sadar, mental juga masih terganggu," jelasnya.
Hingga kini polisi masih menyelidiki siapa oknum yang mengambil gambar.
"Tahap pertama kita periksa anggota yang menjaga, baru setelah itu kita akan periksa beberapa awak media, dan siapa-siapa saja yang hadir di lokasi saat itu," tutur Rikwanto.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto setelah kejadian sempat ada kemarahan massa setelah Novie menabrak tujuh korban.
"Saat itu massa marah, kemudian melempari mobilnya, makanya kaca mobilnya pecah. Saat diamankan ke polsek, sudah banyak rekan media dan masyarakat," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Di kondisi yang tidak terkontrol itu, memiliki kemungkinan ada banyak masyarakat, awak media, dan pihak kepolisian yang mengambil gambar Novie dalam keadaan belum berbusana.
Dijelaskan Rikwanto, saat itu Novie dalam keadaan labil dan membahayakan dirinya, maka itu polisi mengamankannya di ruangan.
"Novie mencoba membenturkan dirinya ke meja. Kemudian di ruangan barang-barang digeser semua. Di dalam ruangan dijaga oleh petugas, soalnya semua orang yang mencoba mendekat ditendang dan diludahi," jelasnya.
"Saat diberikan pakaian oleh polwan, Novie melakukan perlawanan, petugas ditendang dan dicakar. Jika ada orang yang mengambil kesempatan untuk mengambil gambar, karena Novie dalam keadan tidak sadar, mental juga masih terganggu," jelasnya.
Hingga kini polisi masih menyelidiki siapa oknum yang mengambil gambar.
"Tahap pertama kita periksa anggota yang menjaga, baru setelah itu kita akan periksa beberapa awak media, dan siapa-siapa saja yang hadir di lokasi saat itu," tutur Rikwanto.
(rsa)