Jokowi: Pembiayaan pembangunan tidak beratkan warga
Rabu, 17 Oktober 2012 - 21:02 WIB
Jokowi: Pembiayaan pembangunan tidak beratkan warga
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat ini masih terus mempertimbangkan persoalan biaya yang akan digunakan dalam pembangunan DKI Jakarta lima tahun kedepan.
Mantan Wali Kota Solo itu berharap agar pembiayaan pembangunan nantinya tidak memberatkan masyarakat Jakarta. Jokowi mengakui dirinya mempunyai beban yang sangat berat untuk memenuhinya.
“Ya memang semuanya harus paralel dan berbarengan, seperti MRT monorel yang mesti segera dieksekusi dan diputuskan, saya juga harus lihat dulu harus menaksir berapa biayanya. Yang penting biaya, kalau biayanya tidak memberatkan masyarakat, pasti bisa langsung saya eksekusi,“ kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Hal tersebut pun diakui Jokowi akan secepatnya direalisasikan. Terlebih kata Jokowi, mengenai permasalah transportasi di Jakarta.
“Jalan, monorel, juga sama persentasinya. Karena sudah mangkrak selama tujuh tahun. Masih possible untuk rakyat enggak? Memberatkan jika nanti diputuskan enggak?" jelasnya.
Selain itu armada seperti Kopaja dan Metro Mini juga menjadi perhatiannya. Dia akan menerapkan pola subsidi atau pola hibah terhadap angkutan itu.
"Misalnya dua bus kita ganti jadi satu bus baru, bisa seperti itu,“ jelasnya.
Mantan Wali Kota Solo itu berharap agar pembiayaan pembangunan nantinya tidak memberatkan masyarakat Jakarta. Jokowi mengakui dirinya mempunyai beban yang sangat berat untuk memenuhinya.
“Ya memang semuanya harus paralel dan berbarengan, seperti MRT monorel yang mesti segera dieksekusi dan diputuskan, saya juga harus lihat dulu harus menaksir berapa biayanya. Yang penting biaya, kalau biayanya tidak memberatkan masyarakat, pasti bisa langsung saya eksekusi,“ kata Jokowi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Hal tersebut pun diakui Jokowi akan secepatnya direalisasikan. Terlebih kata Jokowi, mengenai permasalah transportasi di Jakarta.
“Jalan, monorel, juga sama persentasinya. Karena sudah mangkrak selama tujuh tahun. Masih possible untuk rakyat enggak? Memberatkan jika nanti diputuskan enggak?" jelasnya.
Selain itu armada seperti Kopaja dan Metro Mini juga menjadi perhatiannya. Dia akan menerapkan pola subsidi atau pola hibah terhadap angkutan itu.
"Misalnya dua bus kita ganti jadi satu bus baru, bisa seperti itu,“ jelasnya.
(rsa)