Ini kronologis penyerangan wartawan di Riau
Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:04 WIB
Ini kronologis penyerangan wartawan di Riau
A
A
A
Sindonews.com - Lokasi pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU dekat dengan kediaman fotografer Riau Pos, Didik Hermanto di Jalan Pasir Putih, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Didik sempat mengabadikan pesawat Hawk 200 setelah jatuh.
Didik mengatakan, saat kejadian, dirinya mendengar suara pesawat Hawk 200 terjatuh. Saat itu, Didik masih berada di rumahnya. Mencium adanya peristiwa, naluri jurnalis Didik pun langsung bergerak mencari asal suara ledakan tersebut.
"Saya langsung ambil kamera saya. Waktu ambil gambar pun saya masih mengenakan celana pendek," ungkap Didik menjelaskan kepada Sindonews melalui sambungan telepon, Rabu (17/10/2012).
Selang 20 menit mengabadikan jatuhnya pesawat Hawk 200, tiba-tiba datang anggota TNI AU. Sambil berteriak, rombongan anggota TNI yang diketahui berjumlah empat orang langsung mengusir warga dan dirinya.
"Mundur, mundur. Bubar semuanya, ada bomnya," ujar salah seorang anggota TNI AU seperti ditirukan Didik.
Didik menjelaskan, dirinya menuruti imbauan anggota TNI AU tersebut. Bahkan Didik mengakui, dirinya sempat takut mendengar ada bom.
"Mendengar imbauan tersebut, saya mundur. Warga di sekitar juga ikut mundur karena takut," papar Didik.
Akan tetapi, tiba-tiba salah seorang anggota TNI AU yang diketahui bernama Letkol Robert Simanjuntak langsung menyerang Didik. Salah seorang anggota TNI lainnya langsung merampas kamera milik Didik.
"Tiba-tiba oknum TNI itu langsung berlari menghampiri saya. Ada juga yang berteriak untuk mengambil kamera saya," tandasnya.
Akibat penyerangan tersebut, Didik mengalami sejumlah luka. Dari hasil visum di Rumah Sakit Eka Hospital, Didik mengalami trauma ringan di sekitar telinganya. Selain itu Didik juga mengalami luka memar di lengan dan punggungnya.
Didik mengatakan, saat kejadian, dirinya mendengar suara pesawat Hawk 200 terjatuh. Saat itu, Didik masih berada di rumahnya. Mencium adanya peristiwa, naluri jurnalis Didik pun langsung bergerak mencari asal suara ledakan tersebut.
"Saya langsung ambil kamera saya. Waktu ambil gambar pun saya masih mengenakan celana pendek," ungkap Didik menjelaskan kepada Sindonews melalui sambungan telepon, Rabu (17/10/2012).
Selang 20 menit mengabadikan jatuhnya pesawat Hawk 200, tiba-tiba datang anggota TNI AU. Sambil berteriak, rombongan anggota TNI yang diketahui berjumlah empat orang langsung mengusir warga dan dirinya.
"Mundur, mundur. Bubar semuanya, ada bomnya," ujar salah seorang anggota TNI AU seperti ditirukan Didik.
Didik menjelaskan, dirinya menuruti imbauan anggota TNI AU tersebut. Bahkan Didik mengakui, dirinya sempat takut mendengar ada bom.
"Mendengar imbauan tersebut, saya mundur. Warga di sekitar juga ikut mundur karena takut," papar Didik.
Akan tetapi, tiba-tiba salah seorang anggota TNI AU yang diketahui bernama Letkol Robert Simanjuntak langsung menyerang Didik. Salah seorang anggota TNI lainnya langsung merampas kamera milik Didik.
"Tiba-tiba oknum TNI itu langsung berlari menghampiri saya. Ada juga yang berteriak untuk mengambil kamera saya," tandasnya.
Akibat penyerangan tersebut, Didik mengalami sejumlah luka. Dari hasil visum di Rumah Sakit Eka Hospital, Didik mengalami trauma ringan di sekitar telinganya. Selain itu Didik juga mengalami luka memar di lengan dan punggungnya.
(azh)