Pembunuh 2 polisi di Poso terlatih
Rabu, 17 Oktober 2012 - 03:03 WIB
Pembunuh 2 polisi di Poso terlatih
A
A
A
Sindonews.com - Pembunuhan terhadap dua polisi di Poso, Sulawesi Tengah, diduga telah mempersiapkan aksi mereka. Kedua polisi di Poso, diduga dihadang oleh para pelaku di lokasi jalan setapak yang tidak memungkinkan kedua polisi itu melarikan diri.
Komandan Batalyon Infantri 714 Sintuwu Marosso Mayor Inf Trijoko mengatakan, siapapun pelaku yang menewaskan kedua polisi di Poso telah merencanakan aksi mereka dengan seksama.
Lokasi jalan setapak menuju Dusun Tamanjeka Desa Masani yang masih dikelilingi hutan lebat, tanpa ada rumah penduduk diduga sebagai tempat penghadangan yang tidak memungkinkan kedua anggota polisi itu melarikan diri.
"Para pelaku diperkirakan lebih dari satu orang dengan kemampuan yang diperkirakan cukup terlatih, baik untuk merencanakan aksi penghadangan hingga pembunuhan terhadap kedua anggota polisi di Poso," ujar Trijoko kepada wartawan di lokasi penemuan jenazah, Sulteng, Selasa (16/10/2012).
Ditambahkan dia, dari penyisiran oleh pihak TNI di Poso, ditemukan sejumlah tempat titik pemantauan yang memungkinkan para pelaku untuk dapat memantau pergerakan orang yang memasuki wilayah itu.
Paska evakuasi jenazah kedua anggota polisi itu, tim identifikasi Polres Poso menggelar kegiatan olah TKP di tempat ditemukannya sebuah peluru yang tidak jauh dari tempat kedua polisi itu dikuburkan oleh para pelaku.
Di lokasi itu juga ditemukan sebuah helm yang digunakan korban. Helm tersebut menjadi petunjuk awal dari penemuan kedua jenazah anggota polisi oleh personil TNI dari Kompi Senapan B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
Dari penemuan helm itu, personil TNI kemudian menyisir lokasi dan kemudian menemukan galian yang nampak masih baru dan kemudian memeriksanya, hingga berakhir dengan penemuan lengan manusia.
"Untuk otopsi, dua polisi yang tewas di Poso bukan di Rumah Sakit Bhayangkara Poso, namun di Rumah Sakit Umum Daerah Poso," tukasnya.
Komandan Batalyon Infantri 714 Sintuwu Marosso Mayor Inf Trijoko mengatakan, siapapun pelaku yang menewaskan kedua polisi di Poso telah merencanakan aksi mereka dengan seksama.
Lokasi jalan setapak menuju Dusun Tamanjeka Desa Masani yang masih dikelilingi hutan lebat, tanpa ada rumah penduduk diduga sebagai tempat penghadangan yang tidak memungkinkan kedua anggota polisi itu melarikan diri.
"Para pelaku diperkirakan lebih dari satu orang dengan kemampuan yang diperkirakan cukup terlatih, baik untuk merencanakan aksi penghadangan hingga pembunuhan terhadap kedua anggota polisi di Poso," ujar Trijoko kepada wartawan di lokasi penemuan jenazah, Sulteng, Selasa (16/10/2012).
Ditambahkan dia, dari penyisiran oleh pihak TNI di Poso, ditemukan sejumlah tempat titik pemantauan yang memungkinkan para pelaku untuk dapat memantau pergerakan orang yang memasuki wilayah itu.
Paska evakuasi jenazah kedua anggota polisi itu, tim identifikasi Polres Poso menggelar kegiatan olah TKP di tempat ditemukannya sebuah peluru yang tidak jauh dari tempat kedua polisi itu dikuburkan oleh para pelaku.
Di lokasi itu juga ditemukan sebuah helm yang digunakan korban. Helm tersebut menjadi petunjuk awal dari penemuan kedua jenazah anggota polisi oleh personil TNI dari Kompi Senapan B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
Dari penemuan helm itu, personil TNI kemudian menyisir lokasi dan kemudian menemukan galian yang nampak masih baru dan kemudian memeriksanya, hingga berakhir dengan penemuan lengan manusia.
"Untuk otopsi, dua polisi yang tewas di Poso bukan di Rumah Sakit Bhayangkara Poso, namun di Rumah Sakit Umum Daerah Poso," tukasnya.
(san)