Mau tawuran, 78 siswa ditangkap
Selasa, 16 Oktober 2012 - 21:54 WIB
Mau tawuran, 78 siswa ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Sekira 78 siswa dari SMK Bhakti Jaya, Jakarta Timur diamankan petugas Polres Jakarta Selatan. Siswa tersebut diduga akan melakukan penyerangan ke SMK 29.
Setelah memeriksa puluhan siswa ini, petugas menyita belasan bom molotov, empat bilah senjata tajam, gesper berkepala gir, dan batu.
Kabag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin menjelaskan, puluhan pelajar tersebut digiring ke Polres Jakarta selatan setelah pihaknya mendapatkan informasi rencana penyerangan.
"Pihak sekolah yang menginformasikan ke kami kalau siswanya akan tawuran," katanya, Selasa (16/10/2012).
Pada awalnya, puluhan siswa ini naik bus PPD 45 jurusan Cililitan-Blok M namun ketika sampai di Jalan Wijaya mereka berpindah bus dengan naik Mayasari Bhakti 57 jurusan Pulogadung-Blok M.
"Pada saat naik 57 ini kita langsung giring ke Polres, disini baru kita geledah dan langsung didata," ujarnya.
Ia menegaskan, nantinya akan menelusuri kepemilikan dari senjata tajam dan bom molotov tersebut. Siswa yang ditemukan memiliki senjata tajam akan diproses lebih lanjut.
Wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Bhakti Jakarta Holerman Sihotang menuturkan, dirinya sempat mengejar siswa-siswa ini sebelum ditangkap.
Bahkan, ada guru yang mencegat tetapi para siswa ternyata sudah pindah ke bus lain. Saat di Mampang yang mau kearah Wijaya, anggota polisi sudah mengikuti bus tersebut kemudian diarahkan ke Polres Jakarta Selatan.
Sebelumnya, di jalan Raya Pasar Minggu dekat Komp Triloka Pancoran Jaksel terjadi tawuran yang mengakibatkan dua siswa terluka yakni Jalal M Akbar dan Rizki Alfian, keduanya pelajar SMK Bhakti Jakarta.
Setelah memeriksa puluhan siswa ini, petugas menyita belasan bom molotov, empat bilah senjata tajam, gesper berkepala gir, dan batu.
Kabag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin menjelaskan, puluhan pelajar tersebut digiring ke Polres Jakarta selatan setelah pihaknya mendapatkan informasi rencana penyerangan.
"Pihak sekolah yang menginformasikan ke kami kalau siswanya akan tawuran," katanya, Selasa (16/10/2012).
Pada awalnya, puluhan siswa ini naik bus PPD 45 jurusan Cililitan-Blok M namun ketika sampai di Jalan Wijaya mereka berpindah bus dengan naik Mayasari Bhakti 57 jurusan Pulogadung-Blok M.
"Pada saat naik 57 ini kita langsung giring ke Polres, disini baru kita geledah dan langsung didata," ujarnya.
Ia menegaskan, nantinya akan menelusuri kepemilikan dari senjata tajam dan bom molotov tersebut. Siswa yang ditemukan memiliki senjata tajam akan diproses lebih lanjut.
Wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Bhakti Jakarta Holerman Sihotang menuturkan, dirinya sempat mengejar siswa-siswa ini sebelum ditangkap.
Bahkan, ada guru yang mencegat tetapi para siswa ternyata sudah pindah ke bus lain. Saat di Mampang yang mau kearah Wijaya, anggota polisi sudah mengikuti bus tersebut kemudian diarahkan ke Polres Jakarta Selatan.
Sebelumnya, di jalan Raya Pasar Minggu dekat Komp Triloka Pancoran Jaksel terjadi tawuran yang mengakibatkan dua siswa terluka yakni Jalal M Akbar dan Rizki Alfian, keduanya pelajar SMK Bhakti Jakarta.
(ysw)