Pelajar Ciamis deklarasi anti tawuran
Senin, 15 Oktober 2012 - 22:44 WIB
Pelajar Ciamis deklarasi anti tawuran
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 671 pelajar dari SMK Informatika Ciamis menggelar aksi deklarasi pelajar anti tawuran di halaman sekolah mereka. Aksi dilakukan, sebagai komitmen sekaligus bentuk keperihatinan atas sederetan aksi tawuran pelajar yang terjadi di tanah air.
Deklarasi anti tawuran itu, selain ditandatangani perwakilan pelajar juga ditandatangani Kepolisian, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
Kepala SMA Informatika Asep Dhana menjelaskan, deklarasi yang dilakukan ratusan pelajar SMK Informatika Ciamis dilakukan sebagai luapan keprihatinan atas serangkaian kejadian tawuran pelajar yang terjadi di Tanah Air.
“Lembaga pendidikan merupakan lembaga untuk mencari ilmu, bukan untuk ajang unjuk kekuatan fisik antar sekolah,” terang Asep, Senin (15/10/2012).
Asep menjelaskan, keinginan pelajar itu langsung disambut pihak sekolah, karena bukan hanya siswa, sekolah dan orang tua juga ingin menciptakan suasana sekolah yang damai tanpa kekerasan.
“Semua sepakat, termasuk perwakilan dari ratusan siswa sudah memberikan jaminan dalam deklarasi tidak akan berbuat atau terlibat dalam tindak kekerasan,” tandas Asep.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Ciamis Hidayat Taufik menambahkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada sekolah agar mengarahkan semua siswa di sekolah tersebut mengikuti kegiatan ekstra kulikuler.
“Kegiatan ektrakulikuler selain memberikan pengetahuan tambahan untuk pelajar juga bisa meminimalisir siswa terjerumus tindak kekerasan,” terang Taufik.
Deklarasi anti tawuran itu, selain ditandatangani perwakilan pelajar juga ditandatangani Kepolisian, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
Kepala SMA Informatika Asep Dhana menjelaskan, deklarasi yang dilakukan ratusan pelajar SMK Informatika Ciamis dilakukan sebagai luapan keprihatinan atas serangkaian kejadian tawuran pelajar yang terjadi di Tanah Air.
“Lembaga pendidikan merupakan lembaga untuk mencari ilmu, bukan untuk ajang unjuk kekuatan fisik antar sekolah,” terang Asep, Senin (15/10/2012).
Asep menjelaskan, keinginan pelajar itu langsung disambut pihak sekolah, karena bukan hanya siswa, sekolah dan orang tua juga ingin menciptakan suasana sekolah yang damai tanpa kekerasan.
“Semua sepakat, termasuk perwakilan dari ratusan siswa sudah memberikan jaminan dalam deklarasi tidak akan berbuat atau terlibat dalam tindak kekerasan,” tandas Asep.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Ciamis Hidayat Taufik menambahkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada sekolah agar mengarahkan semua siswa di sekolah tersebut mengikuti kegiatan ekstra kulikuler.
“Kegiatan ektrakulikuler selain memberikan pengetahuan tambahan untuk pelajar juga bisa meminimalisir siswa terjerumus tindak kekerasan,” terang Taufik.
(ysw)