Diterjang angin puting beliung, 47 rumah rusak
Senin, 15 Oktober 2012 - 19:42 WIB
Diterjang angin puting beliung, 47 rumah rusak
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras disertai angin kencang, di Desa Sindang Suka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, merusak atap 47 unit rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian warga ditaksir mencapapi puluhan juta rupiah.
Camat Cibatu Teten Sundara mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. “Kejadiannya hanya sebentar sekali. Tapi dampak yang ditimbulkan, atap rumah-rumah di Desa Sindang Suka mengalami kerusakan. Genteng-genteng rumah warga berjatuhan,” katanya, di Cibatu, Senin (15/10/2012).
Hingga kini, tambah Teten, pihaknya masih menginstruksikan seluruh aparat desa di Kecamatan Cibatu untuk menginvetarisir jumlah rumah yang atapnya mengalami kerusakan akibat hembusan angin kencang.
“Informasi terakhir baru 47 unit rumah saja. Belum ada laporan dan perkembangan terbaru hingga kini. Saya sudah mengimbau seluruh warga dan aparat desa untuk bersiaga bila ada dampak dari peristiwa bencana di Cibatu,” ungkapnya.
Di waktu yang sama, peristiwa hujan disertai angin terjadi pula di Kecamatan Cibiuk. Kendati demikian, pihak muspika setempat belum mendata jumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Terjadinya kurang lebih selama 10 menit sekitar pukul 16.50 WIB. Peristiwa itu dikhawatirkan merusak rumah warga, instalasi jaringan listrik, jalan atau lain sebagainya. Namun sampai saat ini, saya belum menerima laporannya. Saya juga sudah menginstruksikan aparat desa untuk melakukan pengecekan,” kata Camat Cibiuk Mekarwati.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Agus Saepudin mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan ke seluruh wilayah Kabupaten Garut terkait hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut kemarin.
Menurut Agus, kerusakan genteng yang dialami warga di Kecamatan Cibatu dan Cibiuk tersebut tidak akan mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
“Kerusakan atap karena gentengnya jatuh tidak masuk ke kategori rusak ringan. Jadi pemerintah belum bisa memberikan bantuan perbaikan. Diharapkan warga secara swadaya atau masing-masing memperbaikinya," tandasnya.
Camat Cibatu Teten Sundara mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. “Kejadiannya hanya sebentar sekali. Tapi dampak yang ditimbulkan, atap rumah-rumah di Desa Sindang Suka mengalami kerusakan. Genteng-genteng rumah warga berjatuhan,” katanya, di Cibatu, Senin (15/10/2012).
Hingga kini, tambah Teten, pihaknya masih menginstruksikan seluruh aparat desa di Kecamatan Cibatu untuk menginvetarisir jumlah rumah yang atapnya mengalami kerusakan akibat hembusan angin kencang.
“Informasi terakhir baru 47 unit rumah saja. Belum ada laporan dan perkembangan terbaru hingga kini. Saya sudah mengimbau seluruh warga dan aparat desa untuk bersiaga bila ada dampak dari peristiwa bencana di Cibatu,” ungkapnya.
Di waktu yang sama, peristiwa hujan disertai angin terjadi pula di Kecamatan Cibiuk. Kendati demikian, pihak muspika setempat belum mendata jumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Terjadinya kurang lebih selama 10 menit sekitar pukul 16.50 WIB. Peristiwa itu dikhawatirkan merusak rumah warga, instalasi jaringan listrik, jalan atau lain sebagainya. Namun sampai saat ini, saya belum menerima laporannya. Saya juga sudah menginstruksikan aparat desa untuk melakukan pengecekan,” kata Camat Cibiuk Mekarwati.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Agus Saepudin mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan ke seluruh wilayah Kabupaten Garut terkait hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut kemarin.
Menurut Agus, kerusakan genteng yang dialami warga di Kecamatan Cibatu dan Cibiuk tersebut tidak akan mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah.
“Kerusakan atap karena gentengnya jatuh tidak masuk ke kategori rusak ringan. Jadi pemerintah belum bisa memberikan bantuan perbaikan. Diharapkan warga secara swadaya atau masing-masing memperbaikinya," tandasnya.
(san)