Provokator tawuran, pelajar gadungan dibekuk
Senin, 15 Oktober 2012 - 15:54 WIB
Provokator tawuran, pelajar gadungan dibekuk
A
A
A
Sindonews.com - Satuan tugas (Satgas) Pelajar Kota Bogor menangkap Hendra Adi Permana (17), yang diduga menjadi provokator dalam beberapa aksi tawuran pelajar di Kota Bogor. Pelaku juga diketahui, kerap menggunakan atribut sekolah yang bukan miliknya.
Hendra yang diamankan saat tawuran antarpelajar di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, diketahui sering terlihat dalam beberapa aksi tawuran pelajar dalam dua bulan terakhir.
"Anak tersebut kerap terlihat dalam beberapa aksi tawuran yang terjadi di Kota Bogor. Namun dia sendiri kerap luput dari pengejaran anggota satgas," kata Ketua Harian Satgas Kota Bogor TB Ruchjani, di Bogor, Jawa Barat, Senin (15/10/2012).
Selain Hendra, Satgas Pelajar Kota Bogor juga mengamankan tujuh pelajar dari dua sekolah swasta PGRI 2 dan YZA yang terlibat tawuran pelajar di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah.
Ruchjani mengungkapkan, Hendra sendiri sebenarnya bukanlah seorang pelajar, meski kerap menggunakan atribut sekolah SMK PGRI 2. "Ketika diamankan, Hendra memakai 2 seragam yang berbeda (STM Cianjur, SMK PGRI 2). Kemungkinan seragam tersebut ia gunakan untuk memprovokasi, dan menakut-nakuti," ujarnya.
Hendra yang diamankan saat tawuran antarpelajar di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, diketahui sering terlihat dalam beberapa aksi tawuran pelajar dalam dua bulan terakhir.
"Anak tersebut kerap terlihat dalam beberapa aksi tawuran yang terjadi di Kota Bogor. Namun dia sendiri kerap luput dari pengejaran anggota satgas," kata Ketua Harian Satgas Kota Bogor TB Ruchjani, di Bogor, Jawa Barat, Senin (15/10/2012).
Selain Hendra, Satgas Pelajar Kota Bogor juga mengamankan tujuh pelajar dari dua sekolah swasta PGRI 2 dan YZA yang terlibat tawuran pelajar di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah.
Ruchjani mengungkapkan, Hendra sendiri sebenarnya bukanlah seorang pelajar, meski kerap menggunakan atribut sekolah SMK PGRI 2. "Ketika diamankan, Hendra memakai 2 seragam yang berbeda (STM Cianjur, SMK PGRI 2). Kemungkinan seragam tersebut ia gunakan untuk memprovokasi, dan menakut-nakuti," ujarnya.
(lil)