708 anak SD cuci tangan massal di Bantul
Senin, 15 Oktober 2012 - 14:34 WIB
708 anak SD cuci tangan massal di Bantul
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia 2012, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengikuti cuci tangan massal.
Public Health Executive Unilever Indonesia Foundation Leo Indsarwahono mengatakan, adanya kegiatan ini, ikut menyelamatkan jutaan jiwa anak Indonesia. Pasalnya, banyak anak-anak yang terancam jiwanya karena terinfeksi penyakit menular seperti diare dan pneumonia.
"Ada 708 anak dari 19 SD di Bantul yang ikut gelar cuci tangan ini," ucapnya, di Lapangan SD Salam, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/10/12)."Ada 708 anak dari 19 SD di Bantul yang ikut gelar cuci tangan ini,"jelas.
Leo menambahkan, cuci tangan merupakan langkah pertama dalam mencegah masuknya virus penyakit kedalam tubuh.
"Cuci tangan pakai sabun, merupakan vaksin yang bisa dilakukan sendiri untuk mencegah infeksi menular masuk ke dalam tubuh," tandasnya.
Dalam peringatan HCPTS 2012 kali ini, diberikan donasi bagi 10 Provinsi intervensi lifebuoy. Lifebuoy juga menggerakkan 747.000 siswa dari 2.147 SD di 33 provinsi.
Public Health Executive Unilever Indonesia Foundation Leo Indsarwahono mengatakan, adanya kegiatan ini, ikut menyelamatkan jutaan jiwa anak Indonesia. Pasalnya, banyak anak-anak yang terancam jiwanya karena terinfeksi penyakit menular seperti diare dan pneumonia.
"Ada 708 anak dari 19 SD di Bantul yang ikut gelar cuci tangan ini," ucapnya, di Lapangan SD Salam, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/10/12)."Ada 708 anak dari 19 SD di Bantul yang ikut gelar cuci tangan ini,"jelas.
Leo menambahkan, cuci tangan merupakan langkah pertama dalam mencegah masuknya virus penyakit kedalam tubuh.
"Cuci tangan pakai sabun, merupakan vaksin yang bisa dilakukan sendiri untuk mencegah infeksi menular masuk ke dalam tubuh," tandasnya.
Dalam peringatan HCPTS 2012 kali ini, diberikan donasi bagi 10 Provinsi intervensi lifebuoy. Lifebuoy juga menggerakkan 747.000 siswa dari 2.147 SD di 33 provinsi.
(maf)