Bulukumba akan perbaiki bendungan Bayang-bayang
Minggu, 14 Oktober 2012 - 00:08 WIB
Bulukumba akan perbaiki bendungan Bayang-bayang
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mengairi sawah di lima desa, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berencana memperbaiki bendungan Induk Bayang-bayang. Saat ini, Pemkab Bulukumba sudah menganggarkan Rp30 miliar pada APBD 2012 untuk perbaikan bendungan induk tersebut.
Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky mengungkapkan bahwa biaya pembangunan bendungan Bayang-bayang tersebut sudah final dan akan dianggarkan pada awal tahun depan.
“Pemprov Sulawesi Selatan sudah menyepakati biaya yang diusulkan Pemkab Bulukumba untuk anggaran perbaikan pasca jebol beberapa hari lalu,” ungkap Hamzah Sabtu, 13 Oktober 2012.
Menurut dia, perlunya ada perbaikan segera karena jumlah sawah yang dialiri oleh Bendungan Induk Bayang-bayang ini mencapai ratusan hektar yang berada di lima desa berbeda.
“Kalau dibiarkan lama jelas warga tidak bisa mengarap sawahnya. Sebab, petani hanya mengandalkan air dari bendungan tersebut," katanya.
Apalagi, masyarakat di lima desa ini sebagian pendapatnya bersumber dari sawah. Makanya, perlu ada perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan
Zainuddin, warga Gattareng mengatakan, sampai sekarang Bayang-Bayang masih jebol, karena perbaikan yang dilakukan secara swadaya tidak permanen.
Karena saat ini bendungan tersebut tidak berfungsi, sejumlah sawah milik warga sudah ada yang mengalami kekeringan. “Saya harap ada respons positif dari Pemkab Bulukumba. Apalagi, pendapatan warga mayoritas dari bertani sehingga butuh perhatian lebih serius,” tutur dia.
Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky mengungkapkan bahwa biaya pembangunan bendungan Bayang-bayang tersebut sudah final dan akan dianggarkan pada awal tahun depan.
“Pemprov Sulawesi Selatan sudah menyepakati biaya yang diusulkan Pemkab Bulukumba untuk anggaran perbaikan pasca jebol beberapa hari lalu,” ungkap Hamzah Sabtu, 13 Oktober 2012.
Menurut dia, perlunya ada perbaikan segera karena jumlah sawah yang dialiri oleh Bendungan Induk Bayang-bayang ini mencapai ratusan hektar yang berada di lima desa berbeda.
“Kalau dibiarkan lama jelas warga tidak bisa mengarap sawahnya. Sebab, petani hanya mengandalkan air dari bendungan tersebut," katanya.
Apalagi, masyarakat di lima desa ini sebagian pendapatnya bersumber dari sawah. Makanya, perlu ada perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan
Zainuddin, warga Gattareng mengatakan, sampai sekarang Bayang-Bayang masih jebol, karena perbaikan yang dilakukan secara swadaya tidak permanen.
Karena saat ini bendungan tersebut tidak berfungsi, sejumlah sawah milik warga sudah ada yang mengalami kekeringan. “Saya harap ada respons positif dari Pemkab Bulukumba. Apalagi, pendapatan warga mayoritas dari bertani sehingga butuh perhatian lebih serius,” tutur dia.
(ysw)