Kemenkes berkomitmen bantu pendidikan spesialis mata
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 20:47 WIB
Kemenkes berkomitmen bantu pendidikan spesialis mata
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan beasiswa bagi 3.500 mahasiswa kedokteran yang ingin mendalami ilmu spesialis mata.
"Kita komitmen bagi masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan. Salah satunya lewat bantuan beasiswa menjadi dokter spesialis mata," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti, di Bandung, Jumat (12/10/2012).
Menurutnya, pihaknya menyediakan beasiswa untuk 3.500 mahasiswa yang ada di berbagai tempat di Indonesia.
Kata dia, program beasiswa ini sudah berjalan cukup bagus. "Meski belum semuanya dipakai. Baru 1.500 yang dipakai," sebutnya.
Program disediakan bagi mahasiswa seluruh Indonesia, dengan prioritas daerah-daerah yang membutuhkan dokter mata.
"Sebarannya se-Indonesia, terutama daerah perbatasan, kepulauan dan tertinggal," ujarnya.
Dia menegaskan, Kemenkes menjadikan pemberantasan kebutaan sebagai prioritas. Dia membantah kritik halus yang disampaikan Direktur Utama RSM Cicendo bahwa kebutaan belum menjadi agenda prioritas pemerintah, khususnya Kemenkes.
"Kemenkes dikatakan belum komitmen, semoga saya salah dengar. Hari kesehatan mata dunia ini penting. Maka saya datang ke sini. Ini komitmen," katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyaksikan penandatanganan MoU RSM Cicendo dengan Solidaritas Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) tentang penanggulangan kebutaan di Indonesia.
"Kita komitmen bagi masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan. Salah satunya lewat bantuan beasiswa menjadi dokter spesialis mata," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Ghufron Mukti, di Bandung, Jumat (12/10/2012).
Menurutnya, pihaknya menyediakan beasiswa untuk 3.500 mahasiswa yang ada di berbagai tempat di Indonesia.
Kata dia, program beasiswa ini sudah berjalan cukup bagus. "Meski belum semuanya dipakai. Baru 1.500 yang dipakai," sebutnya.
Program disediakan bagi mahasiswa seluruh Indonesia, dengan prioritas daerah-daerah yang membutuhkan dokter mata.
"Sebarannya se-Indonesia, terutama daerah perbatasan, kepulauan dan tertinggal," ujarnya.
Dia menegaskan, Kemenkes menjadikan pemberantasan kebutaan sebagai prioritas. Dia membantah kritik halus yang disampaikan Direktur Utama RSM Cicendo bahwa kebutaan belum menjadi agenda prioritas pemerintah, khususnya Kemenkes.
"Kemenkes dikatakan belum komitmen, semoga saya salah dengar. Hari kesehatan mata dunia ini penting. Maka saya datang ke sini. Ini komitmen," katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyaksikan penandatanganan MoU RSM Cicendo dengan Solidaritas Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) tentang penanggulangan kebutaan di Indonesia.
(mhd)