SMAN 70 keberatan perbedaan TKP rekonstruksi
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 18:31 WIB
SMAN 70 keberatan perbedaan TKP rekonstruksi
A
A
A
Sindonews.com - SMA Negeri 70 Bulungan mengeluhkan rekonstruksi yang tidak digelar di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan di Mapolres Jakarta Selatan (Jaksel).
Ketua Tim Advokasi SMAN 70 Jakarta Suhendra Asido Hutabarat mengatakan, perbedaan tempat lokasi kejadian dan rekonstruksi menjadikan kasus pembunuhan dalam tawuran ini tidak bisa terungkap secara maksimal.
"Rekonstruksi itu bukan merupakan alat bukti, tapi menjadi pertimbangan. Kita sedang mempertimbangkan agar orangtua dan para saksi mau direkonstruksi di sini," ucapnya, di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Suhendra menjelaskan, pihak SMAN 70, baik orangtua tersangka maupun saksi-saksi mengganggap luas tempat lokasi dan rekonstruksi itu berbeda.
"Kalau di Bulungan luas, di sini (Polres Jaksel) sempit. Nanti ada adegan rekonstruksi kurang jelas. Seperti adegan memprovokasi, memberikan senjata seperti memberikan bambu dan sebagainya," cetusnya.
Atas perbedaan pendapat lokasi dilaksanakan rekonstruksi, Suhendra mengungkapkan, bahwa telah dipertemukan pihak orangtua dengan pihak Polres Jaksel.
"Lalu diberikan opsi, kalau memang ingin di TKP silakan menandatangani surat pernyataan, dan orangtua siap untuk menandatangani surat pernyataan tersebut. Kita kooperatif, kita mau rekonstruksi ini ada, hanya perbedaan dimana rekonstruksi itu dilakukan. Agar kita bisa jelas dimana peristiwa tawuran, dimana peristiwa pembunuhan," tandasnya.
Ketua Tim Advokasi SMAN 70 Jakarta Suhendra Asido Hutabarat mengatakan, perbedaan tempat lokasi kejadian dan rekonstruksi menjadikan kasus pembunuhan dalam tawuran ini tidak bisa terungkap secara maksimal.
"Rekonstruksi itu bukan merupakan alat bukti, tapi menjadi pertimbangan. Kita sedang mempertimbangkan agar orangtua dan para saksi mau direkonstruksi di sini," ucapnya, di Jakarta, Jumat (12/10/2012).
Suhendra menjelaskan, pihak SMAN 70, baik orangtua tersangka maupun saksi-saksi mengganggap luas tempat lokasi dan rekonstruksi itu berbeda.
"Kalau di Bulungan luas, di sini (Polres Jaksel) sempit. Nanti ada adegan rekonstruksi kurang jelas. Seperti adegan memprovokasi, memberikan senjata seperti memberikan bambu dan sebagainya," cetusnya.
Atas perbedaan pendapat lokasi dilaksanakan rekonstruksi, Suhendra mengungkapkan, bahwa telah dipertemukan pihak orangtua dengan pihak Polres Jaksel.
"Lalu diberikan opsi, kalau memang ingin di TKP silakan menandatangani surat pernyataan, dan orangtua siap untuk menandatangani surat pernyataan tersebut. Kita kooperatif, kita mau rekonstruksi ini ada, hanya perbedaan dimana rekonstruksi itu dilakukan. Agar kita bisa jelas dimana peristiwa tawuran, dimana peristiwa pembunuhan," tandasnya.
(maf)