Kemenkes siapkan 3.500 beasiswa spesialis mata
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 14:42 WIB
Kemenkes siapkan 3.500 beasiswa spesialis mata
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan beasiswa bagi 3.500 mahasiswa kedokteran yang ingin mendalami ilmu spesialis mata.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron Mukti mengatakan, program ini merupakan komitmen dari Kemenkes untuk masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
"Lewat bantuan beasiswa menjadi dokter spesialis mata," kata Ali Ghufron kepada wartawan, usai Pencanangan Pemberantasan Kebutaan di Indonesia Dalam Rangka World Sight Day 2012, di RSM Cicendo, Bandung, Jumat (12/10/2012).
Pihaknya menyediakan beasiswa untuk 3.500 mahasiswa yang ada di berbagai tempat di Indonesia. Katanya, program beasiswa ini sudah berjalan cukup bagus.
"Meski belum semuanya dipakai. Baru 1.500 yang dipakai," ujarnya.
Wamenkes menegaskan Kemenkes menjadikan pemberantasan kebutaan sebagai prioritas. Dia membantah kritikan dari Direktur Utama RSM Cicendo bahwa kebutaan belum menjadi agenda prioritas pemerintah, khususnya Kemenkes.
"Kemenkes dikatakan belum komitmen, semoga itu salah dengar. Hari kesehatan mata dunia ini penting. Maka saya datang ke sini. Ini komitmen," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman RSM Cicendo dengan Solidaritas Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) tentang penanggulangan kebutaan di Indonesia.
"Sebarannya se-Indonesia, terutama daerah perbatasan, kepulauan dan tertinggal," tandasnya.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron Mukti mengatakan, program ini merupakan komitmen dari Kemenkes untuk masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
"Lewat bantuan beasiswa menjadi dokter spesialis mata," kata Ali Ghufron kepada wartawan, usai Pencanangan Pemberantasan Kebutaan di Indonesia Dalam Rangka World Sight Day 2012, di RSM Cicendo, Bandung, Jumat (12/10/2012).
Pihaknya menyediakan beasiswa untuk 3.500 mahasiswa yang ada di berbagai tempat di Indonesia. Katanya, program beasiswa ini sudah berjalan cukup bagus.
"Meski belum semuanya dipakai. Baru 1.500 yang dipakai," ujarnya.
Wamenkes menegaskan Kemenkes menjadikan pemberantasan kebutaan sebagai prioritas. Dia membantah kritikan dari Direktur Utama RSM Cicendo bahwa kebutaan belum menjadi agenda prioritas pemerintah, khususnya Kemenkes.
"Kemenkes dikatakan belum komitmen, semoga itu salah dengar. Hari kesehatan mata dunia ini penting. Maka saya datang ke sini. Ini komitmen," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman RSM Cicendo dengan Solidaritas Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) tentang penanggulangan kebutaan di Indonesia.
"Sebarannya se-Indonesia, terutama daerah perbatasan, kepulauan dan tertinggal," tandasnya.
(maf)