Di Jabar, Golkar tak ingin ulang kegagalan
Kamis, 11 Oktober 2012 - 19:19 WIB
Di Jabar, Golkar tak ingin ulang kegagalan
A
A
A
Sindonews.com - Belajar dari kekalahan pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Partai Golkar kini lebih berhati-hati mengusung calon gubernur. Untuk Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar), Golkar belum menentukan calon yang akan diusungnya.
Ketua DPP Partai Golkar Indra J Piliang menyatakan, sampai saat ini partainya belum memutuskan calon gubernur yang akan diusung di Pilkada Jawa Barat.
"Kita tidak ingin mengulangi kegagalan seperti di DKI, jadi kita masih hitung-hitungan," ujar Indra di Indonesia Institut, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).
Belakangan nama Irianto MS Syafiuddin (Yance) disebut-sebut akan diusung Golkar, tapi hal itu belum pasti. Jika tidak ada cagub yang mumpuni, Indra menegaskan kemungkinan Golkar memilih berkoalisi dengan mengajukan calon wakil Gubenur.
Menurutnya kemenangan dalam Pilkada tidak harus cagubnya dari partai berlambang beringin tersebut. "Kemenangan bisa diraih dengan koalisi."
Sejauh ini, nama Anna Sophanah (Bupati Indramayu) dan Herman Sutrisno (Wali Kota Banjar) sudah masuk dalam radar untuk dijadikan cagub bila berkoalisi dengan calon dari partai lain.
Diakuinya, calon Gubernur dari Golkar yang sudah digadang-gadang ternyata elektabilitasnya masih kalah dengan calon dari partai lain.
"Posisi elektabiltas yang dimiliki Golkar (calonnya) ketinggalan dari calon yang dimiliki partai lain," ujarnya.
Partai politik yang menang di Jawa Barat, imbuh Indra, bisa dipastikan akan menang di pemilu nasional. Hal itu belajar dari beberapa pemilu sebelumnya.
Makanya penentuan cagub di Pilgub Jabar harus diperhitungkan dengan matang salah satunya dengan mekanisme Survei. "Kita masih percaya survei sebagai mekanisme pencalonan," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Golkar Indra J Piliang menyatakan, sampai saat ini partainya belum memutuskan calon gubernur yang akan diusung di Pilkada Jawa Barat.
"Kita tidak ingin mengulangi kegagalan seperti di DKI, jadi kita masih hitung-hitungan," ujar Indra di Indonesia Institut, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).
Belakangan nama Irianto MS Syafiuddin (Yance) disebut-sebut akan diusung Golkar, tapi hal itu belum pasti. Jika tidak ada cagub yang mumpuni, Indra menegaskan kemungkinan Golkar memilih berkoalisi dengan mengajukan calon wakil Gubenur.
Menurutnya kemenangan dalam Pilkada tidak harus cagubnya dari partai berlambang beringin tersebut. "Kemenangan bisa diraih dengan koalisi."
Sejauh ini, nama Anna Sophanah (Bupati Indramayu) dan Herman Sutrisno (Wali Kota Banjar) sudah masuk dalam radar untuk dijadikan cagub bila berkoalisi dengan calon dari partai lain.
Diakuinya, calon Gubernur dari Golkar yang sudah digadang-gadang ternyata elektabilitasnya masih kalah dengan calon dari partai lain.
"Posisi elektabiltas yang dimiliki Golkar (calonnya) ketinggalan dari calon yang dimiliki partai lain," ujarnya.
Partai politik yang menang di Jawa Barat, imbuh Indra, bisa dipastikan akan menang di pemilu nasional. Hal itu belajar dari beberapa pemilu sebelumnya.
Makanya penentuan cagub di Pilgub Jabar harus diperhitungkan dengan matang salah satunya dengan mekanisme Survei. "Kita masih percaya survei sebagai mekanisme pencalonan," pungkasnya.
(ysw)