Angker, rusunawa di Pasuruan tak laku

Kamis, 11 Oktober 2012 - 16:09 WIB
Angker, rusunawa di...
Angker, rusunawa di Pasuruan tak laku
A A A
Sindonews.com - Program penempatan Rumah Susun Guna Sewa (Rusunawa) di Kota Pasuruan terkendala. Gara-gara berhembus isu angker, dua blok rusunawa di Kelurahan Tambakan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan tidak diminati masyarakat. Rusunawa yang dibangun dengan dana Rp39 miliar dengan kapasitas 198 unit, hanya diminati 11 orang kepala keluarga (KK).

Rusunawa yang akan diresmikan penggunaannya pada Januari 2014 mendatang, saat ini sudah pada tahapan finishing. Berhembus kabar, rusunawa yang konon dibangun diatas bekas area pemakaman umum ini banyak bergentayangan mahluk halus.

"Masyarakat menjadi kawatir karena rusunawa diisukan dihuni hantu. Masyarakat semakin percaya, karena dulu lokasi itu adalah bekas pemakaman," ungkap Moch Sayudi, Ketua RT 3 Kelurahan Tambakan, seusai mengikuti sosialisasi pemanfaatan rusunawa.

Menurut Sayudi, kabar burung itu seharusnya bisa diminimalisir jika Pemkot Pasuruan segera menyalakan lampu penerangan yang sudah terpasang. Sehingga perwajahan komplek rusunawa pada malam hari yang terang benderang akan menarik minat masyarakat untuk menempatinya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo menyatakan, sejumlah fasilitas telah disiapkan bersamaan dengan pembangunan rusunawa yang berlantai lima. Di antaranya, lampu penerangan, air bersih dan taman bermain anak, serta ruangan kosong yang dipergunakan untuk musalah. Sementara untuk pembangunan musalah akan dilakukan pada tahap berikutnya.

"Semua fasilitas umum dan penunjang rusunawa sudah tersedia. Masyarakat jangan terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak jelas," kata Dwi Fitri.

Asisten II Sekkota Pasuruan Sugiharto, meminta agar masyarakat Kelurahan Tambakan yang tidak mampu secara ekonomi untuk segera mendaftarkan diri untuk menempati rusunawa. Jika sampai pada batas akhir November, tetap tidak ada peminat dari masyarakat sekitar, pemkot akan membuka pendaftaran bagi masyarakat umum.

"Prioritas pemanfaatan rusunawa ini akan diberikan untuk masyarakat Kelurahan Tambakan, Ngemplakrejo dan Mandaran. Dengan harga sewa yang terjangkau yakni Rp70.000-Rp110.000 per bulan, masyarakat akan mendapatkan perumahan yang layak," kata Sugiharto.
(azh)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
6 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved