Jakarta, kota tertinggi penderita virus HIV/AIDS
Selasa, 09 Oktober 2012 - 18:30 WIB
Jakarta, kota tertinggi penderita virus HIV/AIDS
A
A
A
Sindonews.com - Suburnya kehidupan malam dan bebasnya gaya hidup warga Jakarta, ternyata sejalan dengan penyebaran virus HIV/AIDS. Dari 10 provinsi yang dilakukan penelitian, masyarakatnya yang tertinggi mengidap virus mematikan ini adalah Jakarta.
Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah (Jateng) Sigit Joko Purwanto mengatakan, berdasarkan data penderita HIV/AIDS hingga 31 Maret 2012, Jakarta masih yang tertinggi mengidap virus HIV/AIDS.
"Urutan pertama DKI Jakarta, diikuti oleh Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," ujar Sigit di Magelang, Selasa (9/10/2012).
Sedangkan untuk Provinsi Jawa Tengah, ada diposisi ke enam. Sedikitnya ada 28 orang di Kabupaten Magelang yang terindikasi terjangkit virus HIV/AIDS. Delapan diantaranya bahkan sudah meninggal dunia.
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AISD harus ada penanggulangan yang sifatnya komprehensif.
"Karena yang namanya penderita ini tidak hanya persoalan ekonomi maupun seksual, namun juga ada pendekatan lain termasuk pendekatan agama, pendekatan ekonomi, dan sebagainya," terangnya.
Tim Asistensi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah (Jateng) Sigit Joko Purwanto mengatakan, berdasarkan data penderita HIV/AIDS hingga 31 Maret 2012, Jakarta masih yang tertinggi mengidap virus HIV/AIDS.
"Urutan pertama DKI Jakarta, diikuti oleh Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," ujar Sigit di Magelang, Selasa (9/10/2012).
Sedangkan untuk Provinsi Jawa Tengah, ada diposisi ke enam. Sedikitnya ada 28 orang di Kabupaten Magelang yang terindikasi terjangkit virus HIV/AIDS. Delapan diantaranya bahkan sudah meninggal dunia.
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AISD harus ada penanggulangan yang sifatnya komprehensif.
"Karena yang namanya penderita ini tidak hanya persoalan ekonomi maupun seksual, namun juga ada pendekatan lain termasuk pendekatan agama, pendekatan ekonomi, dan sebagainya," terangnya.
(san)