10 desa peradaban dapat bantuan Rp1 M
Selasa, 09 Oktober 2012 - 17:52 WIB
10 desa peradaban dapat bantuan Rp1 M
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan program desa tahun 2012 ke sepuluh desa di kabupaten Kuningan dengan besaran dana masing-masing Rp1 miliar.
Sepuluh desa tersebut terdiri dari Desa Sumbakeling Kecamatan Pancalang, Desa Linggasana Kecamatan Cilimus, Desa/Kecamatan Jalaksana, Desa Bendungan Kecamatan Lebakwangi, Desa/Kecamatan Ciwaru, Desa Sukaimut Kecamatan Garawangi, Desa Jagara Kecamatan Darma, Desa/Kecamatan Selajambe dan Desa/Kecamatan Subang.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Kuningan Yayan Sofyan mengungkapkan bentuk pembangunan yang dilakukan di setiap desa bervariasi, namun sebagian besar diarahkan pada pembangunan fisik.
Dicontohkan, pembangunan tersebut meliputi rehabilitasi balai desa, pasar tradisional, penataan alun-alun desa dan jalan lingkungan, kios unit desa, pembangunn TPSA (tempat pembuangan sampah akhir), gedung unit usaha desa, rest area, shelter wisata, dan lain-lain.
“Dari Rp1 miliar itu, rata-rata desa mengalokasikan Rp700 juta hingga Rp800 juta untuk fisik. Sisanya untuk pembangunan ekonomi melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), administrasi desa dan BOP (biaya operasional),” ungkap Yayan, Selasa (9/10/2012).
Diungkapkan Yayan, jumlah desa di Kuningan yang meraih bantuan program Desa Peradaban tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai tujuh desa.
Pengajuan tahun 2012 pun sebenarnya menurut dia lebih dari sepuluh, namun hanya terealisasi sepuluh oleh pihak provinsi.
"Sejauh ini realisasi desa peradaban di desa penerima bantuan baru sampai 60 persen hingga 70 persen. Itupun baru fisik, sedangkan pembangunan ekonomi belum sama sekali. Namun diwajibkan hingga akhir Desember 2012 harus sudah tuntas semua,” kata Yayan.
Sementara itu terpisah Kepala Desa Jalaksana Linawarman yang desanya menjadi salah satu penerima bantuan provinsi tersebut mengaku telah merasakan perubahan besar di desanya dari program Desa Peradaban.
Bahkan dia memprediksi akan ada peningkatan pendapatan asli desa (PAD) hingga mencapai Rp70 juta setelah beberapa rencana pembangunan di desanya terealisasi.
"Di antaranya pembangunan kios yang akan disewakan Rp50 juta, gedung serbaguna Rp10 juta hingga Rp15 juta, dan rest area Rp5 juta hingga Rp7 juta. Jika semuanya berjalan sesuai rencanan, kami yakin keuntungannya sudah bisa dirasakan mulai tahun depan," kata Linawarman.
Sepuluh desa tersebut terdiri dari Desa Sumbakeling Kecamatan Pancalang, Desa Linggasana Kecamatan Cilimus, Desa/Kecamatan Jalaksana, Desa Bendungan Kecamatan Lebakwangi, Desa/Kecamatan Ciwaru, Desa Sukaimut Kecamatan Garawangi, Desa Jagara Kecamatan Darma, Desa/Kecamatan Selajambe dan Desa/Kecamatan Subang.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Kuningan Yayan Sofyan mengungkapkan bentuk pembangunan yang dilakukan di setiap desa bervariasi, namun sebagian besar diarahkan pada pembangunan fisik.
Dicontohkan, pembangunan tersebut meliputi rehabilitasi balai desa, pasar tradisional, penataan alun-alun desa dan jalan lingkungan, kios unit desa, pembangunn TPSA (tempat pembuangan sampah akhir), gedung unit usaha desa, rest area, shelter wisata, dan lain-lain.
“Dari Rp1 miliar itu, rata-rata desa mengalokasikan Rp700 juta hingga Rp800 juta untuk fisik. Sisanya untuk pembangunan ekonomi melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), administrasi desa dan BOP (biaya operasional),” ungkap Yayan, Selasa (9/10/2012).
Diungkapkan Yayan, jumlah desa di Kuningan yang meraih bantuan program Desa Peradaban tahun 2012 mengalami peningkatan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai tujuh desa.
Pengajuan tahun 2012 pun sebenarnya menurut dia lebih dari sepuluh, namun hanya terealisasi sepuluh oleh pihak provinsi.
"Sejauh ini realisasi desa peradaban di desa penerima bantuan baru sampai 60 persen hingga 70 persen. Itupun baru fisik, sedangkan pembangunan ekonomi belum sama sekali. Namun diwajibkan hingga akhir Desember 2012 harus sudah tuntas semua,” kata Yayan.
Sementara itu terpisah Kepala Desa Jalaksana Linawarman yang desanya menjadi salah satu penerima bantuan provinsi tersebut mengaku telah merasakan perubahan besar di desanya dari program Desa Peradaban.
Bahkan dia memprediksi akan ada peningkatan pendapatan asli desa (PAD) hingga mencapai Rp70 juta setelah beberapa rencana pembangunan di desanya terealisasi.
"Di antaranya pembangunan kios yang akan disewakan Rp50 juta, gedung serbaguna Rp10 juta hingga Rp15 juta, dan rest area Rp5 juta hingga Rp7 juta. Jika semuanya berjalan sesuai rencanan, kami yakin keuntungannya sudah bisa dirasakan mulai tahun depan," kata Linawarman.
(rsa)