Banyak sarjana menganggur di Yogya
Selasa, 09 Oktober 2012 - 14:57 WIB
Banyak sarjana menganggur di Yogya
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup tinggi. Data yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, mencapai 3,97 persen dari jumlah penduduk 3,45 juta jiwa. Ironisnya, banyak pengangguran ini dari usia produktif, dan sarjana.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Budi Antono mengatakan jumlah pengangguran DIY didominasi generasi muda. Pengangguran tertinggi ditopang dari lulusan SMK 22.547 jiwa, SMA 19.491 jiwa dan sarjana 11.338 jiwa.
“70 persen pengangguran kita berusia di bawah 29 tahun,” jelas Budi pada Pembukaan Job Fair di Gedung mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, Selasa (9/10/2012).
Pengangguran yang ada saat ini, merupakan penganguran terbuka yang produktif. Terbanyak berada di Kabupaten Sleman dengan 31.152 jiwa.
Pameran Job Fair yang dilaksanakan hingga Jumat 12 Oktober 2012 mendatang diharapkan mampu menampung 10 ribu calon pekerja. Ada 50 perusahaan yang ikut dalam pameran tersebut.
Saat ini para pekerja DIY didominasi pada sektor informal 55,61 persen atau 798.312 orang. Sedangkan yang bekerja di sektor formal mencapai 44,61 persen atau 1.000.283 orang.
Mayoritas bekerja pada sektor pertanian dengan presentase 37,97 persen.
“Peluang kerja sebenarnya banyak, hanya informasinya yang belum diketahui pencari kerja,” jelasnya.
Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Penempatan dan Pasar Kerja, Disnakertrans Dwi Santosa mengaku, dari latar belakang pendidikan, sebenarnya mereka layak untuk mendapatkan pekerjaan. Hanya saja butuh butuh kemauan, ketrampilan, keberanian dan skill yang mendukung.
“Banyak yang akan ditempatkan di luar daerah tapi tidak mau dan memilih menganggur,” jelasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY Budi Antono mengatakan jumlah pengangguran DIY didominasi generasi muda. Pengangguran tertinggi ditopang dari lulusan SMK 22.547 jiwa, SMA 19.491 jiwa dan sarjana 11.338 jiwa.
“70 persen pengangguran kita berusia di bawah 29 tahun,” jelas Budi pada Pembukaan Job Fair di Gedung mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, Selasa (9/10/2012).
Pengangguran yang ada saat ini, merupakan penganguran terbuka yang produktif. Terbanyak berada di Kabupaten Sleman dengan 31.152 jiwa.
Pameran Job Fair yang dilaksanakan hingga Jumat 12 Oktober 2012 mendatang diharapkan mampu menampung 10 ribu calon pekerja. Ada 50 perusahaan yang ikut dalam pameran tersebut.
Saat ini para pekerja DIY didominasi pada sektor informal 55,61 persen atau 798.312 orang. Sedangkan yang bekerja di sektor formal mencapai 44,61 persen atau 1.000.283 orang.
Mayoritas bekerja pada sektor pertanian dengan presentase 37,97 persen.
“Peluang kerja sebenarnya banyak, hanya informasinya yang belum diketahui pencari kerja,” jelasnya.
Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan Penempatan dan Pasar Kerja, Disnakertrans Dwi Santosa mengaku, dari latar belakang pendidikan, sebenarnya mereka layak untuk mendapatkan pekerjaan. Hanya saja butuh butuh kemauan, ketrampilan, keberanian dan skill yang mendukung.
“Banyak yang akan ditempatkan di luar daerah tapi tidak mau dan memilih menganggur,” jelasnya.
(rsa)