Cegah tawuran, pelajar deklarasikan Polsis
Selasa, 09 Oktober 2012 - 12:02 WIB
Cegah tawuran, pelajar deklarasikan Polsis
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 300 siswa SMA dan SMK negeri maupun swasta Kota Bandung mendeklarasikan Polisi Siswa (Polsis) sebagai langkah antisipasi adanya tawuran. Dalam upacara pengukuhan yang digelar di Lapangan Upacara Mapolrestabes Bandung.
"Dengan adanya Polsis ini diharapkan setiap persoalan yang menyangkut sekolah dan antar sekolah bisa diselesaikan senidiri," jelas Sekretaris Desa Kota Bandung Edi Siswadi usai menjadi inspektur upacara, Selasa (9/10/2012).
Dia berharap, para Polsis bisa memberikan dan menyebarkan semangat persatuan dan keamanan di sekolahnya masing-masing.
"Keculi ada penganiayaan atau pembunuhan itu baru polisi yang bertindak," tuturnya.
Edi mengatakan, dipilihnya SMA dan SMK untuk menjadi Polsis karena 90 persen pelaku tawuran berasal dari dua tingkatan tersebut. Namun, sejak 10 tahun terakhir, Kota Bandung belum pernah terjadi tawuran.
"Memang sudah lama tidak ada tawuran, tapi takutnya efek yang di Jakarta merembet. Jadi kita lakukan antisipasi jangan sampai kecolongan," katanya.
Sementara itu Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengatakan, program tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno. Nantinya, Polsis akan menginformasikan segala bentuk permasalahan yang ada di masing-masing sekolah.
"Nanti kita juga rutin melakukan pertemuan antar sekolah untuk mendeteksi jika saja ada tindakan-tindakan yang mengarah pada tawuran atau aksi kriminal lainnya," pungkasnya.
Dalam deklarasinya, perwakilan siswa membacakan empat petisi yang berisi janjinya untuk menjunjung tinggi nilai UUD 1945, menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan solidaritas, dan terakhir mengutamakan silaturahmi dan komunikasi antar pelajar serta tekad memelihara Bandung kondusif.
Selain membacakan deklarasi, tiga orang perwakilan siswa juga berkesempatanan disematkan pin dan ban lengan sebagai penanda Polsis.
"Dengan adanya Polsis ini diharapkan setiap persoalan yang menyangkut sekolah dan antar sekolah bisa diselesaikan senidiri," jelas Sekretaris Desa Kota Bandung Edi Siswadi usai menjadi inspektur upacara, Selasa (9/10/2012).
Dia berharap, para Polsis bisa memberikan dan menyebarkan semangat persatuan dan keamanan di sekolahnya masing-masing.
"Keculi ada penganiayaan atau pembunuhan itu baru polisi yang bertindak," tuturnya.
Edi mengatakan, dipilihnya SMA dan SMK untuk menjadi Polsis karena 90 persen pelaku tawuran berasal dari dua tingkatan tersebut. Namun, sejak 10 tahun terakhir, Kota Bandung belum pernah terjadi tawuran.
"Memang sudah lama tidak ada tawuran, tapi takutnya efek yang di Jakarta merembet. Jadi kita lakukan antisipasi jangan sampai kecolongan," katanya.
Sementara itu Wakapolrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengatakan, program tersebut sesuai dengan perintah Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno. Nantinya, Polsis akan menginformasikan segala bentuk permasalahan yang ada di masing-masing sekolah.
"Nanti kita juga rutin melakukan pertemuan antar sekolah untuk mendeteksi jika saja ada tindakan-tindakan yang mengarah pada tawuran atau aksi kriminal lainnya," pungkasnya.
Dalam deklarasinya, perwakilan siswa membacakan empat petisi yang berisi janjinya untuk menjunjung tinggi nilai UUD 1945, menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan solidaritas, dan terakhir mengutamakan silaturahmi dan komunikasi antar pelajar serta tekad memelihara Bandung kondusif.
Selain membacakan deklarasi, tiga orang perwakilan siswa juga berkesempatanan disematkan pin dan ban lengan sebagai penanda Polsis.
(mhd)