Pilgub Jatim, pendamping Soekarwo dari NU
Selasa, 09 Oktober 2012 - 09:11 WIB
Pilgub Jatim, pendamping Soekarwo dari NU
A
A
A
Sindonews.com - Teka-teki siapa pendamping calon Gubernur Jawa Timur incumbent Soekarwo, pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 mendatang sedikit terkuak. Meski disebut-sebut telah banyak 'sodoran' sejumlah partai politik (Parpol).
Namun Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menegaskan, pendampingnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Jawaban saya hanya satu, wakil itu dari kalangan Nahdlatul Ulama. Karena Jawa Timur adalah representasi Nasionalis-Religius. Saya representasi dari Nasionalis," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, Selasa (9/10/2012).
Alasan memilih pendamping dari kalangan NU adalah untuk menjaga stabilitas Sosial Politik di Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur akan sangat bagus jika komposisi tersebut di jalankan. Terlebih lagi, kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam setiap Pilgub, melainkan adalah menjaga harmoni sosial politik paska pemilihan.
"Komposisi nasionalis dan agamis di Jawa Timur adalah sangat bagus. Memang wajar ada manuver-manuver hal itu hanyalah menifes-manifes politik saja. Namun jangan sampai manifes itu di konfontasikan sehingga menjadi pertikaian kelompok," paparnya.
Sayangnya, Pakde Karwo enggan menyebut siapa yang dimaksud itu. "Nantilah. Saya kira sudah tidak perlu dijelaskan, sampean sudah ngerti," kilahnya.
Seperti diketahui sejumlah nama mulai mencuat untuk meramaikan bursa Pilgub Jatim. Dari kalangan NU muncul sejumlah nama Saifulloh Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga salah satu ketua di PBNU), Imam Nahrawi (Sekjend DPP PKB) dan Khofifah Indar Parawansah (Ketua Umum PP Muslimat NU).
Hampir dipastikan, Soekarwo tidak akan berduet dengan Khofifah. Pasalnya, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini pernah menjadi rival dalam Pilgun Jatim 2008 silam. Namun dalam politik, tidak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.
Selain nama-nama tersebut, ada nama Irjen Pol Untung S Rajab (Kapolda Metro Jaya) dan Bambang DH (Wakil Walikota Surabaya) yang bakal meramaikan bursa Pilgub Jatim 2013 mendatang.
Namun Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menegaskan, pendampingnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Jawaban saya hanya satu, wakil itu dari kalangan Nahdlatul Ulama. Karena Jawa Timur adalah representasi Nasionalis-Religius. Saya representasi dari Nasionalis," kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, Selasa (9/10/2012).
Alasan memilih pendamping dari kalangan NU adalah untuk menjaga stabilitas Sosial Politik di Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur akan sangat bagus jika komposisi tersebut di jalankan. Terlebih lagi, kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam setiap Pilgub, melainkan adalah menjaga harmoni sosial politik paska pemilihan.
"Komposisi nasionalis dan agamis di Jawa Timur adalah sangat bagus. Memang wajar ada manuver-manuver hal itu hanyalah menifes-manifes politik saja. Namun jangan sampai manifes itu di konfontasikan sehingga menjadi pertikaian kelompok," paparnya.
Sayangnya, Pakde Karwo enggan menyebut siapa yang dimaksud itu. "Nantilah. Saya kira sudah tidak perlu dijelaskan, sampean sudah ngerti," kilahnya.
Seperti diketahui sejumlah nama mulai mencuat untuk meramaikan bursa Pilgub Jatim. Dari kalangan NU muncul sejumlah nama Saifulloh Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga salah satu ketua di PBNU), Imam Nahrawi (Sekjend DPP PKB) dan Khofifah Indar Parawansah (Ketua Umum PP Muslimat NU).
Hampir dipastikan, Soekarwo tidak akan berduet dengan Khofifah. Pasalnya, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini pernah menjadi rival dalam Pilgun Jatim 2008 silam. Namun dalam politik, tidak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.
Selain nama-nama tersebut, ada nama Irjen Pol Untung S Rajab (Kapolda Metro Jaya) dan Bambang DH (Wakil Walikota Surabaya) yang bakal meramaikan bursa Pilgub Jatim 2013 mendatang.
(mhd)