Pendemo ancam nginep di DPRD Depok
Senin, 08 Oktober 2012 - 17:03 WIB
Pendemo ancam nginep di DPRD Depok
A
A
A
Sindonews.com - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali didatangi pengunjuk rasa. Dalam aksinya, mereka mendesak Ketua DPRD Depok Rintisyanto untuk menggelar audiensi melakukan Pemilukada ulang. Jika tidak, massa mengancam akan menginap di Gedung DPRD.
"Kami akan bertahan sampai aspirasi kami dipenuhi, harus digelar paripurna istimewa dan ditunjuk Plt, sebab sudah cacat hukum wali kota sekarang, kami akan menginap kalau belum dipenuhi," ujar Koordinator aksi, Kasno dalam orasinya, di depan Gedung DPRD Depok, Jawa Barat, Senin (8/10/2012).
Untuk membuktikan omongannya, para pengunjuk rasa telah membawa perlengkapan untuk menginap, seperti jemuran, rice cooker, dan tikar. Mereka juga tampak membawa perlengkapan lainnya seperti pakaian sebagai persiapan untuk menginap.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Depok Muttaqien meyakini, bahwa PKS sebagai pengusung wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan wakilnya Idris Abdul Somad akan mematuhi hukum yang berlaku. Dia juga optimism jika Pemilukada kembali digelar, maka Nur Mahmudi akan tetap kembali menang.
"Yang penting sesuai aturan saja, kalau enggak ada SK dari Depdagri masa wali kota berhenti tiba-tiba, sidang istimewa enggak ada aturannya. Kami kan bukan lembaga pengamat hukum, kami legislatif," tukasnya.
Dia menambahkan, DPRD bukan lembaga yang bisa memutuskan hukum. Sedang untuk melakukan Pemilukada ulang, tergantung dari Depdagri. "Kalau mau diulang, kami berani, Nur Mahmudi lagi yang pasti naik. Kalau aturannya diulang ya akan kita ulang," terangnya.
"Kami akan bertahan sampai aspirasi kami dipenuhi, harus digelar paripurna istimewa dan ditunjuk Plt, sebab sudah cacat hukum wali kota sekarang, kami akan menginap kalau belum dipenuhi," ujar Koordinator aksi, Kasno dalam orasinya, di depan Gedung DPRD Depok, Jawa Barat, Senin (8/10/2012).
Untuk membuktikan omongannya, para pengunjuk rasa telah membawa perlengkapan untuk menginap, seperti jemuran, rice cooker, dan tikar. Mereka juga tampak membawa perlengkapan lainnya seperti pakaian sebagai persiapan untuk menginap.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Depok Muttaqien meyakini, bahwa PKS sebagai pengusung wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan wakilnya Idris Abdul Somad akan mematuhi hukum yang berlaku. Dia juga optimism jika Pemilukada kembali digelar, maka Nur Mahmudi akan tetap kembali menang.
"Yang penting sesuai aturan saja, kalau enggak ada SK dari Depdagri masa wali kota berhenti tiba-tiba, sidang istimewa enggak ada aturannya. Kami kan bukan lembaga pengamat hukum, kami legislatif," tukasnya.
Dia menambahkan, DPRD bukan lembaga yang bisa memutuskan hukum. Sedang untuk melakukan Pemilukada ulang, tergantung dari Depdagri. "Kalau mau diulang, kami berani, Nur Mahmudi lagi yang pasti naik. Kalau aturannya diulang ya akan kita ulang," terangnya.
(san)