Mayat WNA ditemukan di apartemen
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 20:12 WIB
Mayat WNA ditemukan di apartemen
A
A
A
Sindonews.com - Sesosok mayat Warga Negara Asing (WNA) ditemukan di Apartemen Lavande Lt 18, Kamar No C1825, di Jalan Prof Dr Supomo SH, No 231, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Humas Polsek Tebet Aiptu Broto Suwarno, korban diketahui bernama Fembe Scheck (WNA), laki–laki (43), Warga Negara Camerun, Nigeria.
Penemuan mayat ini berawal dari salah seorang saksi bernama Ferdy (35), karyawan Housekeeping mencium bau busuk saat berada di lantai 18 pada pukul 09.30 WIB.
Ferdy kemudian menelusuri asal bau tersebut yang berasal dari kamar 1825. Dia kemudian mengetuk pintu tapi tidak ada yang membuka.
"Saksi melaporkan ke manajemen dan dilakukan pengecekan pukul 11.30 WIB dengan menggunakan Gondola," kata Broto di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Setelah pengecekan itu, Ferdy bersama Agus (enginering), dan Yudi (Security) melihat kaki korban dari kaca. Mereka kemudian langsung melaporkannya ke Polsek Tebet, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jaksel.
Berdasarkan hasil olah TKP identifikasi Polres Metro Jaksel, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasaan. Saat ditemukan, posisi korban tanpa mengenakan busana dan telungkup.
"Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk kepentingan visum. Kasus sendiri dalam penyidikan Polsek Tebet, dimana kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jaksel," pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari Kepala Seksi Humas Polsek Tebet Aiptu Broto Suwarno, korban diketahui bernama Fembe Scheck (WNA), laki–laki (43), Warga Negara Camerun, Nigeria.
Penemuan mayat ini berawal dari salah seorang saksi bernama Ferdy (35), karyawan Housekeeping mencium bau busuk saat berada di lantai 18 pada pukul 09.30 WIB.
Ferdy kemudian menelusuri asal bau tersebut yang berasal dari kamar 1825. Dia kemudian mengetuk pintu tapi tidak ada yang membuka.
"Saksi melaporkan ke manajemen dan dilakukan pengecekan pukul 11.30 WIB dengan menggunakan Gondola," kata Broto di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Setelah pengecekan itu, Ferdy bersama Agus (enginering), dan Yudi (Security) melihat kaki korban dari kaca. Mereka kemudian langsung melaporkannya ke Polsek Tebet, kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jaksel.
Berdasarkan hasil olah TKP identifikasi Polres Metro Jaksel, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasaan. Saat ditemukan, posisi korban tanpa mengenakan busana dan telungkup.
"Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk kepentingan visum. Kasus sendiri dalam penyidikan Polsek Tebet, dimana kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jaksel," pungkasnya.
(maf)