Deddy ingin bangkitkan seni Jabar
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 18:37 WIB
Deddy ingin bangkitkan seni Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Majunya musisi era 1980-an Deddy Dores pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) pada 2013 mendatang, hanya ingin mengembalikan kebudayaan Jabar.
"Saya tampil di sini ingin bangkitkan seni budaya di Jabar," kata Deddy, usai menyerahkan berkas perseorangan Pilgub Jabar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jumat (5/10/2012).
Deddy mengaku bisa menjadi wakil gubernur mendampingi Daday Hudaya. Background-nya sebagai musisi tidak akan menjadi kendala saat menjalankan roda pemerintahan Provinsi Jabar, jika dia terpilih nanti.
"Sebetulnya sama saja mengatur satu perusahaan dengan mengatur satu pemerintahan, sama saja," ujarnya.
Lanjutnya, menjalankan perusahaan rekaman dengan pemerintahan hanya beda kultur. "Hanya kulturnya saja yang beda," kata pria yang berambut gondrong itu.
Dengan backgroundnya itu, Deddy berjanji akan memajukan budaya khususnya musik Jabar. Kata dia, Jabar, khususnya Bandung adalah barometer musik Indonesia.
"Saya ingin tunjukkan bahwa banyak seni budaya kita yang memang tertinggal yang tidak terurus," ujarnya.
"Saya tampil di sini ingin bangkitkan seni budaya di Jabar," kata Deddy, usai menyerahkan berkas perseorangan Pilgub Jabar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Jumat (5/10/2012).
Deddy mengaku bisa menjadi wakil gubernur mendampingi Daday Hudaya. Background-nya sebagai musisi tidak akan menjadi kendala saat menjalankan roda pemerintahan Provinsi Jabar, jika dia terpilih nanti.
"Sebetulnya sama saja mengatur satu perusahaan dengan mengatur satu pemerintahan, sama saja," ujarnya.
Lanjutnya, menjalankan perusahaan rekaman dengan pemerintahan hanya beda kultur. "Hanya kulturnya saja yang beda," kata pria yang berambut gondrong itu.
Dengan backgroundnya itu, Deddy berjanji akan memajukan budaya khususnya musik Jabar. Kata dia, Jabar, khususnya Bandung adalah barometer musik Indonesia.
"Saya ingin tunjukkan bahwa banyak seni budaya kita yang memang tertinggal yang tidak terurus," ujarnya.
(mhd)