Perampok tauke gula ternyata mantan karyawan
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:45 WIB
Perampok tauke gula ternyata mantan karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Setelah melakukan pengejaran, Polisi Resort Kota Padang berhasil menangkap dua orang komplotan perampok bersenjata api yang beberapa waktu lalu merampok tauke gula pasir.
Riki dan budi, dua dari 10 orang tersangka perampokan yang terjadi di kawasan Bandar Olo beberapa hari lalu berhasil dibekuk polisi di rumahnya kawasan Gadut, Indarung, Kota Padang, Jumat (5/10/2012) pagi.
Salah satu tersangka bernama Riki terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan saat ditangkap petugas.
Sementara Budi yang ternyata merupakan mantan karyawan Toko Sari Ayu, grosir gula pasir merupakan otak dan pelaku perampokan mantan majikannya.
Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita dua unit sepeda motor, belasan pelat nomor polisi palsu, tas, kunci letter T, dan dua butir peluru yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.
Dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan tiga senjata api jenis pistol yang mirip standar TNI dan Polri, serta dua senjata api rakitan.
"Mereka merupakan sindikat perampokan di kawasan Padang, masih ada delapan tersangka lagi yang masih dalam pengejaran petugas," terang Kapolresta Padang Kombes M. Seno Putro.
Perampokan bersenjata terjadi pada Rabu yang mengakibatkan satu orang pemilik toko dan satu orang karyawannya terluka tembak di bagian lututnya.
Riki dan budi, dua dari 10 orang tersangka perampokan yang terjadi di kawasan Bandar Olo beberapa hari lalu berhasil dibekuk polisi di rumahnya kawasan Gadut, Indarung, Kota Padang, Jumat (5/10/2012) pagi.
Salah satu tersangka bernama Riki terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan saat ditangkap petugas.
Sementara Budi yang ternyata merupakan mantan karyawan Toko Sari Ayu, grosir gula pasir merupakan otak dan pelaku perampokan mantan majikannya.
Dari tangan pelaku polisi berhasil menyita dua unit sepeda motor, belasan pelat nomor polisi palsu, tas, kunci letter T, dan dua butir peluru yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.
Dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan tiga senjata api jenis pistol yang mirip standar TNI dan Polri, serta dua senjata api rakitan.
"Mereka merupakan sindikat perampokan di kawasan Padang, masih ada delapan tersangka lagi yang masih dalam pengejaran petugas," terang Kapolresta Padang Kombes M. Seno Putro.
Perampokan bersenjata terjadi pada Rabu yang mengakibatkan satu orang pemilik toko dan satu orang karyawannya terluka tembak di bagian lututnya.
(ysw)