KAI siap dipanggil DPR
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:30 WIB
KAI siap dipanggil DPR
A
A
A
Sindonews.com - Pasca kejadian anjloknya kereta Commuter Line 435, Kamis 4 Oktober 2012 kemarin, menimbulkan banyak pertanyaan. Oleh sebab itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap jika dipanggil DPR untuk menjelaskan permasalahan itu.
"Kami siap jika dipanggil DPR nanti, seandainya mereka menginginkan kami untuk menerangkan anjloknya KRL. Tapi kita belum tahu kapan pemanggilan tersebut," jelas Kepala Humas DAOPS I PT KAI Mateta Rijalulhaq kepada Sindonews, di kantornya, Jumat (5/10/2012).
Menurutnya, itu merupakan wewenang DPR dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik. PT KAI juga sudah menyiapkan data-data yang sudah dibutuhkan untuk menjelaskan kejadian itu kepada DPR.
"Ini kan bagian dari tugas mereka (DPR) sebagai wakil rakyat, dan kami dalam hal ini siap dipanggil jika mereka memang membutuhkan keterangan kami. Dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) juga mengatakan kalau peristiwa tersebut masuk ke dalam kategori peristiwa luar biasa, jadi kami siap jika nantinya dipanggil," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, anjloknya KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, Bogor, diduga disebabkan oleh adanya rel kereta api yang patah sepanjang 20 centimeter di sekitar 50 meter dari Stasiun Cilebut.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, kereta melaju dari arah Bogor menuju Jakarta, namun saat sampai di Stasiun Cilebut kereta anjlok dan menabrak peron kereta. Dalam kejadian tersebut satu motor milik warga tertabrak.
"Kami siap jika dipanggil DPR nanti, seandainya mereka menginginkan kami untuk menerangkan anjloknya KRL. Tapi kita belum tahu kapan pemanggilan tersebut," jelas Kepala Humas DAOPS I PT KAI Mateta Rijalulhaq kepada Sindonews, di kantornya, Jumat (5/10/2012).
Menurutnya, itu merupakan wewenang DPR dalam melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik. PT KAI juga sudah menyiapkan data-data yang sudah dibutuhkan untuk menjelaskan kejadian itu kepada DPR.
"Ini kan bagian dari tugas mereka (DPR) sebagai wakil rakyat, dan kami dalam hal ini siap dipanggil jika mereka memang membutuhkan keterangan kami. Dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) juga mengatakan kalau peristiwa tersebut masuk ke dalam kategori peristiwa luar biasa, jadi kami siap jika nantinya dipanggil," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, anjloknya KRL Commuter Line di Stasiun Cilebut, Bogor, diduga disebabkan oleh adanya rel kereta api yang patah sepanjang 20 centimeter di sekitar 50 meter dari Stasiun Cilebut.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, kereta melaju dari arah Bogor menuju Jakarta, namun saat sampai di Stasiun Cilebut kereta anjlok dan menabrak peron kereta. Dalam kejadian tersebut satu motor milik warga tertabrak.
(mhd)