Tarif KRL naik, pelayanan enggak naik
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 11:22 WIB
Tarif KRL naik, pelayanan enggak naik
A
A
A
Sindonews.com - Belum satu pekan kenaikan tarif tiket Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Rp2.000, namun pelayanan KRL sudah membuat pengguna commuter kesal.
Di hari pertama diberlakukannya kenaikan tarif, seorang penumpang sudah pingsan karena berdesakan, akibat lampu dan air conditioning (AC) tak berfungsi.
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Andrinof Chaniago menilai, kenaikan tarif harus dikaji ulang jika terus merugikan pengguna KRL.
Seperti yang terjadi pada Kamis 4 Oktober 2012, KRL anjlok di Cilebut, Kabupaten Bogor, dan memakan waktu evakuasi 12 jam lebih.
"Kalau tarif naik tapi pelayanan enggak naik, ya harus dihitung lagi 20 persen itu sesuai atau belum," tegas Andrinof, Jumat (5/10/2012).
Jika kenaikan tarif KRL dilakukan dengan alasan penyesuaian, maka itu tidak sesuai. Sebab, penyesuaian tarif didasarkan pada angka inflasi selama dua tahun.
"Kalau kenaikan karena penyesuaian, besaran inflasi tahunan kan tujuh persen, kalau dua tahun berarti 14 persen. Ini dinaikkan sampai 20 persen itu tidak ideal, melebihi, kenaikan itu bukan penyesuaian," tandasnya.
Di hari pertama diberlakukannya kenaikan tarif, seorang penumpang sudah pingsan karena berdesakan, akibat lampu dan air conditioning (AC) tak berfungsi.
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Andrinof Chaniago menilai, kenaikan tarif harus dikaji ulang jika terus merugikan pengguna KRL.
Seperti yang terjadi pada Kamis 4 Oktober 2012, KRL anjlok di Cilebut, Kabupaten Bogor, dan memakan waktu evakuasi 12 jam lebih.
"Kalau tarif naik tapi pelayanan enggak naik, ya harus dihitung lagi 20 persen itu sesuai atau belum," tegas Andrinof, Jumat (5/10/2012).
Jika kenaikan tarif KRL dilakukan dengan alasan penyesuaian, maka itu tidak sesuai. Sebab, penyesuaian tarif didasarkan pada angka inflasi selama dua tahun.
"Kalau kenaikan karena penyesuaian, besaran inflasi tahunan kan tujuh persen, kalau dua tahun berarti 14 persen. Ini dinaikkan sampai 20 persen itu tidak ideal, melebihi, kenaikan itu bukan penyesuaian," tandasnya.
(maf)