Unsur kelalaian sebabkan calon taruna BP2IP tewas
Kamis, 04 Oktober 2012 - 04:01 WIB
Unsur kelalaian sebabkan calon taruna BP2IP tewas
A
A
A
Sindonews.com - Polrestabes Surabaya masih menyelidiki teasnya siswa Balai Pusat Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, Maulana Ainul Yakin (19). Dari hasil penyelidikan sementara, polisi tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Sedangkan luka memar di pelipis korban diduga akibat benturan di kolam renang.
"Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, luka yang ada di pelipis itu benturan di kolam," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman di halaman DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (3/10/2012).
Namun demikian, pihaknya lanjut Farman terus akan menyelidiki. Karena ada dugaan tewasnya calon taruna asal Dusun Dungu, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Madura itu terdapat unsur kalalaian pihak sekolah.
Hingga kini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Belum ada tersangka dari kejadian itu.
"Dari hasil penyelidikkan diketahui korban ini tidak bisa berenang. Sehingga, korban dikumpulkan ke dalam kelompok yang tidak bisa berenang saat latihan penyebrangan basah di kolam latih tersebut," jelas Farman. "Lebih dari 13 saksi dari unsur Instruktur dan sekurity yang sudah diperiksa polisi," tambahnya.
Jika benar terbukti terdapat kelalaian yang menyebabkan orang meninggal, maka polisi akan menjerat dengan pasal 359 KUHP terhadap pihak yang harus bertanggungjawab.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang taruna BP2IP ditemukan tewas di kolam latih kampus tersebut. Korban ditemukan tewas di dasar kolam sedalam 5-6 meter ini. Korban tewas ketika mengikuti rangkaian kegiatan Out Door Management Training (OMT) bersama 236 calon taruna lainnya.
"Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, luka yang ada di pelipis itu benturan di kolam," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman di halaman DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (3/10/2012).
Namun demikian, pihaknya lanjut Farman terus akan menyelidiki. Karena ada dugaan tewasnya calon taruna asal Dusun Dungu, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan, Madura itu terdapat unsur kalalaian pihak sekolah.
Hingga kini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Belum ada tersangka dari kejadian itu.
"Dari hasil penyelidikkan diketahui korban ini tidak bisa berenang. Sehingga, korban dikumpulkan ke dalam kelompok yang tidak bisa berenang saat latihan penyebrangan basah di kolam latih tersebut," jelas Farman. "Lebih dari 13 saksi dari unsur Instruktur dan sekurity yang sudah diperiksa polisi," tambahnya.
Jika benar terbukti terdapat kelalaian yang menyebabkan orang meninggal, maka polisi akan menjerat dengan pasal 359 KUHP terhadap pihak yang harus bertanggungjawab.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang taruna BP2IP ditemukan tewas di kolam latih kampus tersebut. Korban ditemukan tewas di dasar kolam sedalam 5-6 meter ini. Korban tewas ketika mengikuti rangkaian kegiatan Out Door Management Training (OMT) bersama 236 calon taruna lainnya.
(lns)