Genjot minat baca, Pemprov Jatim bangun perpustakaan
Rabu, 03 Oktober 2012 - 21:32 WIB
Genjot minat baca, Pemprov Jatim bangun perpustakaan
A
A
A
Sindonews.com - Minat pembaca di Jawa Timur (Jatim) masih terbilang rendah. Pasalnya, hanya 42 persen saja. Oleh sebab itu, hingga 2014 mendatang pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menargetkan membangun 3.400 perpustakaan dari 8.467 desa yang ada di Jatim.
"Jika target tersebut terwujud maka 40 persen (1.734) desa di Jawa Timur sudah punya perpustakaan," kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Jatim Mujib Affan usai membuka Gerakan Nasional Indonesia Membaca di Surabaya, Rabu (3/10/2012).
Harapannya dengan mudahnya akses ke perpustakaan itu mampu mematik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan membaca koleksi-koleksi buku di tempat itu.
Dia mengatakan, target minat baca pada tahun 2014 nanti mampu naik dari 42 persen menjadi 60 persen. "Tahun depan (2013) kita targetkan minat baca naik menjadi 50 hingga 55 persen," tandasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf mengaku prihatin dengan minimnya minat baca di masyarakat Jatim. Kondisi itu tentunya tidak berbanding lurung dengan kemajuan teknologi saat ini.
Kata pria yang akarb disapa Gus Ipul ini meningkatkan minat baca masyarakat melalui beragam cara. Terutama, di daerah IPM (indeks pembangunan manusia masih rendah.
Contohnya, mulai menggunakan jalur struktural dan kultural dengan menjadikan keluarga sebagai sasaran, membuat kebijakan mematikan televisi pada saat jam belajar antara pukul 18.00-20.00 WIB, hingga memanfaatkan keberadaan teknologi untuk mengkampanyekan agar masyarakat gelar membaca.
"Semua itu harus diwujudkan, karena membaca adalah kata kunci bagi yang mau pintar dan kaya," tandasnya.
"Jika target tersebut terwujud maka 40 persen (1.734) desa di Jawa Timur sudah punya perpustakaan," kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Jatim Mujib Affan usai membuka Gerakan Nasional Indonesia Membaca di Surabaya, Rabu (3/10/2012).
Harapannya dengan mudahnya akses ke perpustakaan itu mampu mematik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan membaca koleksi-koleksi buku di tempat itu.
Dia mengatakan, target minat baca pada tahun 2014 nanti mampu naik dari 42 persen menjadi 60 persen. "Tahun depan (2013) kita targetkan minat baca naik menjadi 50 hingga 55 persen," tandasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf mengaku prihatin dengan minimnya minat baca di masyarakat Jatim. Kondisi itu tentunya tidak berbanding lurung dengan kemajuan teknologi saat ini.
Kata pria yang akarb disapa Gus Ipul ini meningkatkan minat baca masyarakat melalui beragam cara. Terutama, di daerah IPM (indeks pembangunan manusia masih rendah.
Contohnya, mulai menggunakan jalur struktural dan kultural dengan menjadikan keluarga sebagai sasaran, membuat kebijakan mematikan televisi pada saat jam belajar antara pukul 18.00-20.00 WIB, hingga memanfaatkan keberadaan teknologi untuk mengkampanyekan agar masyarakat gelar membaca.
"Semua itu harus diwujudkan, karena membaca adalah kata kunci bagi yang mau pintar dan kaya," tandasnya.
(mhd)