Harimau Sumatera mati mengenaskan
Rabu, 03 Oktober 2012 - 14:31 WIB
Harimau Sumatera mati mengenaskan
A
A
A
Sindonews.com - Harimau sumatera yang diberi nama Teungku Agam, tewas mengenaskan saat diberangkatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menuju Jawa Timur Park dua di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Semalam dokter dari Fakultas Kedokteran Hewan-Universitas Syiah Kuala, telah melakukan visum.
Menurut Kepala Tata Usaha BKSDA Aceh Afan Absori, harimau asal Aceh Selatan itu telah mengalami memar pipi kiri, hidung dan mulut berdarah, lidah sebelah kanan bawah membiru, mata mengalami pendarahan serta kaki depan kanan mengalami cerai sendi.
"Kita masih meminta konfirmasi pihak Garuda, kenapa satwa dipulangkan, kenapa tidak diberitahukan petugas, dan apa penyebab kematiannya," kata Afan kepada wartawan, Rabu (3/10/2012).
Petugas yang diikutsertakan dengan harimau tersebut bahkan sudah di Jakarta dan tidak tahu bahwa harimaunya telah mati. Menurut Afan, saat diberangkatkan harimau dalam kondisi sehat.
Selain harimau pihak Garuda juga mengembalikan dua ekor binturong (Arctics binturong) dan seekor siamang. Afan mempertanyakan pihak Garuda kenapa seluruh satwa yang hendak dikirim ke Jatim Park dua dipulangkan. "Kan tidak semuanya bau," katanya.
Afan menjelaskan, pihak garuda beralasan pemulangan satwa langka itu karena ada penumpang komplain bau tak sedap.
Semalam dokter dari Fakultas Kedokteran Hewan-Universitas Syiah Kuala, telah melakukan visum.
Menurut Kepala Tata Usaha BKSDA Aceh Afan Absori, harimau asal Aceh Selatan itu telah mengalami memar pipi kiri, hidung dan mulut berdarah, lidah sebelah kanan bawah membiru, mata mengalami pendarahan serta kaki depan kanan mengalami cerai sendi.
"Kita masih meminta konfirmasi pihak Garuda, kenapa satwa dipulangkan, kenapa tidak diberitahukan petugas, dan apa penyebab kematiannya," kata Afan kepada wartawan, Rabu (3/10/2012).
Petugas yang diikutsertakan dengan harimau tersebut bahkan sudah di Jakarta dan tidak tahu bahwa harimaunya telah mati. Menurut Afan, saat diberangkatkan harimau dalam kondisi sehat.
Selain harimau pihak Garuda juga mengembalikan dua ekor binturong (Arctics binturong) dan seekor siamang. Afan mempertanyakan pihak Garuda kenapa seluruh satwa yang hendak dikirim ke Jatim Park dua dipulangkan. "Kan tidak semuanya bau," katanya.
Afan menjelaskan, pihak garuda beralasan pemulangan satwa langka itu karena ada penumpang komplain bau tak sedap.
(mhd)