SBY pantau aksi demo buruh dari Istana
Rabu, 03 Oktober 2012 - 13:18 WIB
SBY pantau aksi demo buruh dari Istana
A
A
A
Sindonews.com - Aksi demo ribuan buruh di beberapa wilayah termasuk di depan Istana Negara, mendapat perhatian Presiden Bambang Susilo Yudhoyono dari dalam Istana.
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden mengikuti dan mendengarkan aspirasi para buruh yang melakukan aksi demonstrasi hari ini di beberapa kota di Tanah Air, khususnya Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, Cikarang dan lain sebagainya.
Presiden mengimbau agar aksi yang dilakukan oleh para buruh dapat berjalan dengan tertib dan tidak terprovokasi.
Terkait aksi buruh ini, Julian menegaskan, kalau Presiden telah menginstruksikan dan memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar untuk bekerja seoptimal mungkin memfasilitasi apa yang menjadi perhatian buruh selama ini.
"Terutama yang menyangkut isu mengenai outsourcing," tuturnya di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Lebih lanjut, Julian mengatakan Presiden meminta Menakertrans segera melakukan perumusan yang melibatkan para serikat pekerja dan pengusaha.
"Kita juga mengetahui telah terjadi suatu dialog. Kami belum mendapat laporan yang lebih baru atau yang terkini mengenai apa yang dihasilkan pembahasan outsourcing itu. Hal ini jelas di dalam domain Kemenakertrans," papar Julian.
Apakah ini akan menjadi lampu hijau Presiden untuk menghapus outsourcing? Julian belum dapat memastikan, karena hal tersebut sangat teknis.
"Kalau bicara outsourcing, ini tentu bicara hal yang sangat teknis. Tujuan pemerintah untuk bahas outsourcing adalah kebaikan bagi para pekerja di mana para buruh bisa lebih dijamin hak-haknya, misalnya mendapatkan cuti, jaminan sosial, jamsostek atau jaminan hak-hak lainnya," tutupnya.
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden mengikuti dan mendengarkan aspirasi para buruh yang melakukan aksi demonstrasi hari ini di beberapa kota di Tanah Air, khususnya Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi, Tangerang, Cikarang dan lain sebagainya.
Presiden mengimbau agar aksi yang dilakukan oleh para buruh dapat berjalan dengan tertib dan tidak terprovokasi.
Terkait aksi buruh ini, Julian menegaskan, kalau Presiden telah menginstruksikan dan memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar untuk bekerja seoptimal mungkin memfasilitasi apa yang menjadi perhatian buruh selama ini.
"Terutama yang menyangkut isu mengenai outsourcing," tuturnya di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Lebih lanjut, Julian mengatakan Presiden meminta Menakertrans segera melakukan perumusan yang melibatkan para serikat pekerja dan pengusaha.
"Kita juga mengetahui telah terjadi suatu dialog. Kami belum mendapat laporan yang lebih baru atau yang terkini mengenai apa yang dihasilkan pembahasan outsourcing itu. Hal ini jelas di dalam domain Kemenakertrans," papar Julian.
Apakah ini akan menjadi lampu hijau Presiden untuk menghapus outsourcing? Julian belum dapat memastikan, karena hal tersebut sangat teknis.
"Kalau bicara outsourcing, ini tentu bicara hal yang sangat teknis. Tujuan pemerintah untuk bahas outsourcing adalah kebaikan bagi para pekerja di mana para buruh bisa lebih dijamin hak-haknya, misalnya mendapatkan cuti, jaminan sosial, jamsostek atau jaminan hak-hak lainnya," tutupnya.
(ysw)